Google+
Loading...
FLORA & FAUNA
Penulis: Dewasasri M Wardani 20:26 WIB | Senin, 26 November 2018

Kemunting, Kaya Antioksidan

Kemunting (Rhodomyrtus tomentosa). (Foto: thuocnam.edu.vn)

SATUHARAPAN.COM – Tumbuhan kemunting, mengutip dari ipb.ac.id, termasuk kelompok perdu. Buahnya bila sudah masak berwarna ungu tua, dengan permukaan seperti berkabut. Rasanya manis.

Buahnya mempunyai biji kecil seperti jambu, tapi tidak terlalu mengandung air. Setelah bagian kepalanya dibuang, kemunting dapat langsung dimakan bersama kulitnya. Buah kemunting juga dapat diolah menjadi dodol , selai, dan sirup.

Kemunting (Rhodomyrtus tomentosa), menurut Wikipedia, adalah tumbuhan berbunga di dalam keluarga Myrtaceae. Tumbuhan ini asli tumbuhan Asia Selatan dan Asia Tenggara, dari India, China timur sampai selatan, Hong Kong, Taiwan, Filipina, terus ke selatan hingga Malaysia dan Sulawesi.

Tumbuhan ini tumbuh di pesisir, hutan rimba alamiah, lahan basah, hutan rimba lembab dan basah, pinggiran rawa, ataupun tanah liat yang bercampur dengan pasir.

Sebenarnya, kemunting juga bisa dijadikan tumbuhan hias. Bunganya yang berwarna merah muda dengan benang sari menawan, layak dijadikan tanaman di halaman rumah. Namun, buah yang satu ini sangat  jarang ditanam, sehingga sulit ditemukan di supermaket atau lapak pedagang tradisional.

Banyak yang tidak mengetahui bila kemunting sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia. Buahnya memiliki zat antosianin yang tidak lain merupakan antioksidan yang berfungsi menangkal bahaya radikal bebas.

Tim peneliti Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, dikutip dari journal.unsyiah ac.id, meneliti aktivitas antioksidan sirup buah kamunting (Rhodomyrtus tomentosa), dengan variasi penambahan asam sitrat.

Mereka memanfaatkan buah kemunting yang merupakan salah satu tanaman yang banyak tumbuh liar di daerah pesisir pantai Desa Pagar Mentimun, Kendawangan, Sungai Tolak, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, untuk dijadikan sirup. Buah kemunting yang manis dan mengandung antioksidan tinggi,  diolah menjadi produk sirup dapat meningkatkan nilai ekonomis secara kualitas, maupun secara kuantitas.

Pada penelitian ini dilakukan pembuatan sirup dari buah kemunting  dengan variasi penambahan asam sitrat 0, 0,05, 0,1 persen. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi, yaitu pada pada sirup kemunting dengan variasi penambahan asam sitrat konsentrasi 0,1 persen.

Penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan dipengaruhi oleh pH dan gula reduksi. Semakin rendah pH dan semakin tinggi kadar gula reduksi sirup kemunting maka aktivitas antioksidan semakin tinggi.

Pemerian Botani Tumbuhan Kemunting

Kemunting, menurut Wikipedia, adalah perdu yang tumbuh hingga 4 m tingginya. Daun kemunting berbentuk oval, dengan sisi atas daun pada umumnya berwarna hijau mengkilap dan sisi bawah daunnya berwarna abu-abu dan juga berbulu.

Tumbuhan kemunting memiliki bunga tunggal atau berkelompok sekitar 2 hingga 3 bunga. Warna bunganya pun bermacam-macam, mulai dari merah muda dan juga ungu dengan benang sari yang jumlahnya banyak.

Kemunting memiliki buah berbentuk lonjong. Ketika buahnya masak, warna kulitnya akan berubah dari warna hijau menjadi merah kecokelatan, dan bisa juga berwarna hitam jika terlalu masak.

Buah dapat dimakan, lunak, dengan 40-45 biji dalam dua baris di setiap sel. Penyebaran benih adalah dengan burung dan mamalia pemakan buah. Produksi biji dan tingkat perkecambahan tinggi.

Kemunting memiliki nama ilmiah Rhodomyrtus tomentosa. Tumbuhan ini, seperti dikutip dari uses.plantnet-project.org, juga dikenal dengan nama lain, Ceylon hill gooseberry (Inggris), Downy myrtle (Inggris-Florida), Downy rose myrtle (Inggris-Florida), Feijoa (Prancis), Hill gooseberry (Inggris), Hill guava (Inggris), Isenberg bush (Inggris-Hawaii), Myrte-groseille (Prancis), Kemunting (Malaysia), Gangrenzi (China), dan Rose myrtle (Inggris-Florida). 

Di Indonesia, kemunting dikenal degan beberapa nama lokal, kemunting (Melayu), harendong sabrang (Sunda). Nama lokal lain tumbuhan ini, kemunting (Semenanjung Malaysia), karamunting (Sabah, Sarawak), puech, sragan (Kamboja).

Di Thailand, tumbuhan ini dikenal dengan beberapa nama: thoh phruat (Trat), phruat-kinluk (Prachin Buri). Di Vietnam, tumbuhan ini dikenal dengan nama sim.

Kemunting  berbulu halus, tumbuh liar dan dibudidayakan di Asia Tenggara, India, Sri Lanka, dan China bagian selatan.

Di Indonesia, selain buahnya dikonsumsi, juga digunakan sebagai obat. Kandungan tannin didalam akar atau zat warna kemunting digunakan sebagai pewarna, juga digunakan untuk menghitamkan gigi dan alis.

Kemunting dikutip dari tropical.theferns.info , di beberapa daerah buahnya dibuat selai atau jeli. Sumber-sumber lama di Malaysia menyebutkan rebusan dari akar atau daun diminum untuk obat diare dan sakit perut, dan digunakan sebagai obat atau vitamin setelah melahirkan.  

Di Phu Quoc, Vietnam, buah-buahan digunakan untuk menghasilkan anggur yang disebut ruqu sim. Selain itu, juga dibuat menjadi jeli, atau dikalengkan dengan sirup untuk diekspor.

Manfaat Herbal Kemunting

Buah kemunting menurut tropical.theferns.info, telah digunakan sebagai obat untuk disentri dan diare. Rebusan dari akar atau daun diminum sebagai pengobatan untuk diare dan sakit perut, dan sebagai obat pelindung setelah melahirkan. Daun yang hancur digunakan untuk merawat luka.

Kemunting dikutip dari unsyiah.ac.id, merupakan tumbuhan yang termasuk dalam beri-berian. Buahnya berbentuk lonjong dengan ukuran 1/3 buah anggur. Buah yang masih muda berwarna hijau dan rasanya kelat (getir), sedangkan yang masak berwarna merah sampai hitam dan rasanya manis.

Buah merah hingga kehitam-hitaman pada buah kemunting masak mengandung senyawa antosianin. Antosianin merupakan pigmen alami yang memberi warna merah dan mempunyai sifat antioksidan yang tinggi. Vitamin C, tokoferol, karetonoid, polifenol, dan flavonoid, merupakan antioksidan alami pada buah.

Tim peneliti Fakultas Ilmu dan Teknologi Pangan, Vietnam National University of Agriculture, Viet Nam, dan Departemen Lingkungan dan Agrobioteknologi, Luksemburg, serta CVACBA, Universidade Federal do Para, Brasil, meneliti buah kemunting, termasuk komposisi gizi, konten fenolik dan kapasitas antioksidan.

Dalam penelitian ittu, diperinci sifat kimia dari kemunting. Buahnya memiliki komposisi gizi, konten fenolik, dan kapasitas antioksidan ditentukan untuk pertama kalinya. Satu porsi 150g buah kemunting mengandung serat makanan tingkat tinggi dari Asupan Harian yang Direkomendasikan (RDI), tetapi memiliki kadar protein lipid dan gula yang rendah.

Tim peneliti Departemen Mikrobiologi dan Laboratorium Penelitian tentang Produk Alam, Fakultas Sains dan Pusat Penelitian Produk Alami Unggul, Universitas Prince of Songkla, Hat Yai, Songkhla, Thailand, meneliti ekstrak daun kemunting pada adhesi Staphylococcal dan invasi dalam model epidermal udang Bovine Udder.

Mastitis bovin adalah salah satu penyakit menular, yang paling penting di peternakan sapi perah, dan Staphylococci adalah agen etiologi yang paling penting dari penyakit ini. Antibiotik dan bahan kimia yang digunakan dalam peternakan untuk pencegahan dan penyembuhan penyakit dapat terakumulasi dalam susu dan menimbulkan masalah keamanan pangan.

Ekstrak daun kemunting dipelajari sebagai pendekatan alternatif untuk mengurangi infeksi bakteri. Ekstrak etanol tanaman ini menunjukkan aktivitas antibakteri dengan nilai konsentrasi penghambatan minimum (MIC) serendah 16-64 mikrogram/ml terhadap isolat stafilokokus.

Selain itu, ekstrak memiliki efek pada sifat permukaan sel bakteri dengan meningkatkan hidrofobik dengan cara yang bergantung pada konsentrasi. Hasil penelitian mendukung, bahwa ekstrak etanol kemunting dapat diterapkan sebagai agen alternatif untuk perawatan ambing sapi (ambing merupakan kelenjar kulit yang ditumbuhi bulu kecuali putting), di peternakan sapi perah.

Dwi Suryanto dkk, dari Fakultas Biologi Universitas Sumatera Utara Medan, meneliti aktivitas antibakteri pada ekstrak dan fraksi daun kemunting. Penelitian ini untuk menganalisis ekstrak daun kemunting dan efektivitas fraksi terhadap infeksi Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa.

Hasil penelitian menunjukkan, fraksi etil asetat memiliki aktivitas antibakteri tertinggi terhadap Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Daun kemunting dapat digunakan untuk mengobati penyakit infeksi bakteri terutama infeksi Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa.

Tim peneliti Departemen Zoologi, Universitas Annamalai, Annamalai Nagar, Chidambaram, Tamil Nadu, India, meneliti  potensi mosquitocidal dari ekstrak daun kemunting terhadap dengue dan vektor virus zika, Aedes aegypti. Dengue adalah flavivirus yang dibawa oleh nyamuk yang ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis di dunia. Sebagian besar di perkotaan dan daerah semi-perkotaan.

Penelitian itu mengeksplorasi efek kemunting acetone dan ekstrak daun metanol kemunting pada toksisitas larvasida dan pupicidal terhadap vektor virus dengue dan zika, Aedes aegypti.

Hasil dari toksisitas aseton kemunting mematikan laricidal dan pupicidal, diamati setelah 24 jam eksposur. Secara keseluruhan, menyoroti evaluasi larvasida dan pupicidal dari aseton dan daun methanol ekstrak kemunting terhadap vektor virus dengue dan zika, Aedes aegypti.

Ini adalah pendekatan ramah lingkungan baru untuk kontrol vektor virus dengue dan zika, nyamuk  Aedes aegypti sebagai spesies sasaran. Produk alami dari biopestisida adalah ramah lingkungan untuk program manajemen pengendalian vektor dengue.

M Ichwan Noorrafiqi dkk, dari Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin Kalimantan Selatan, meneliti efek jus buah kemunting terhadap kadar trigliserida pada tikus putih yang diinduksi propiltiourasil (PTU). Ia menyimpulkan jus buah kemunting mulai dosis 1 mg/gBB dapat menghambat peningkatan kadar trigliserida dalam serum darah tikus putih yang diberi pakan kolesterol dan diinduksi PTU.

Tim peneliti Progam Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura, meneliti aktivitas sitotoksik dan antioksidan ekstrak batang kemunting. Penelitian itu dilakukan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik dan antioksidan ekstrak batang tumbuhan kemunting.

Ekstrak kental metanol, fraksi methanol, dan fraksi etil asetat batang kemunting memiliki sifat antioksidan yang sangat kuat sedangkan fraksi n-heksana memiliki sifat antioksidan sedang.

Editor : Sotyati

Back to Home