Google+
Loading...
INSPIRASI
Penulis: Endang Hoyaranda 03:30 WIB | Senin, 28 Mei 2018

Keterandalan Sebuah Tim

Orang yang tidak memiliki keterandalan sama sekali tak berguna (Konfusius)
Christopher Reeve (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – Anak kecil mana yang tak kenal Superman. Namanya pun sudah menyiratkan kejantanan luar biasa. Seorang superhero. Dambaan masa depan setiap anak laki-laki. Sampai-sampai terjadi sejumlah kecelakaan fatal karena anak laki-laki yang ingin menyamai gaya Superman melompat  dan terbang dari ketinggian.

Sebagai aktor yang membintangi film Superman, Christopher Reeve mendadak jadi tenar. Tampan, berperawakan ideal, actingnya menawan. Tidak mengherankan, jika dalam waktu sekejap ia memiliki segalanya: popularitas, kekayaan, dan didampingi seorang istri yang sangat mencintainya. Usianya ketika itu baru 26 tahun.

Namun, kecelakaan terjadi pada saat ia berusia 40 tahun: ia terlempar dari kuda dan tulang lehernya patah. Ia menghabisakn sisa hidupnya di atas kursi roda hingga menutup mata untuk selamanya pada usia 52 tahun karena lumpuh dari leher ke bawah. Nafasnya pun buatan. Sekalipun dinyatakan tak akan bisa kembali normal, ia tetap mengatakan kepada dirinya dan orang lain bahwa ia dapat menjalani hidup yang luar biasa dari kursi roda. Ia tetap ceria, membuat semangat orang yang merawatnya.

Kenyataannya ia tetap bisa menginspirasi banyak orang melalui kata-kata penyemangatnya, bahkan beberapa bulan sebelum wafat ia masih tampil di sebuah rumah rehabilitasi untuk memberi semangat dengan pesan bahwa apa pun dapat terjadi pada siapa pun setiap saat. Namun, dalam perjuangan menuju kesembuhan, kerja sama tim akan memudahkannya.

Sering kali ia mengatakan bahwa apa yang masih dapat dilakukannya dari kursi roda, itu adalah berkat  jasa semua orang yang ada di sekelilingnya, yang ia sebut sebagai sebuah tim yang tangguh. Seluruh tim medis dapat dipercaya dan diandalkan untuk bekerja sama menghasilkan kesembuhannya.  Ia sendiri menaruh kepercayaan penuh kepada tim medis. Dan nyatanya ia bisa bertahan hidup dengan kualitas yang lebih baik dari yang diperkirakan pada awalnya.

Keterandalan. Betul sekali bahwa ia adalah salah satu esensi dari keberhasilan sebuah tim. Dari keterandalan akan  timbul kepercayaan satu akan yang lain. Kepercayaan adalah mutlak dalam kerja tim, dan itu hanya bisa diperoleh jika kontribusi masing-masing anggota tim dapat diandalkan. Jika semua anggota melaksanakan bagiannya dengan penuh tanggung jawab, maka ia pun akan memudahkan mereka yang menjadi pengguna dari hasil kerjanya.

Di dapur umum, misalnya,  jika petugas belanja terlambat datang atau belanjaannya tidak lengkap, maka petugas masak akan terlambat menyajikan makanan. Jika petugas cuci piring tidak selesai menjalankan tugasnya atau piring tetap kotor, maka konsumen akan terlambat makan. Semua hasil kerja akan dipakai orang lain. Ada istilah: Next Operation as Customer. Setiap orang yang melaksanakan proses setelah hasil kerja kita adalah pelanggan kita. Jika kerja kita baik, maka orang berikut akan gembira mengerjakan tugasnya karena hasil proses kita bisa diandalkan dan memudahkan mereka memenuhi tanggung jawabnya. Kita telah menjadi anggota tim yang baik karena keterandalan.

Keterandalan dalam tim membutuhkan motivasi yang tinggi untuk menghasilkan kinerja tim yang hebat, sikap bertanggung jawab pada kepentingan bersama, bersedia menjalankan the extra mile, serta konsisten dalam berkontribusi.

Jika  setiap anggota tim memiliki unsur-unsur itu dalam sikapnya, tak ada alasan tim akan gagal mencapai tujuan.

 

Editor: Yoel M. Indrasmoro

Email: inspirasi@satuharapan.com

Rubrik ini didukung oleh PT Petrafon (www.petrafon.com )

 

Back to Home