Google+
Loading...
INSPIRASI
Penulis: Endang Hoyaranda 17:01 WIB | Senin, 11 Desember 2017

Ketika Ketakutan Menghantui

”Saya telah belajar bahwa keberanian bukanlah ketiadaan ketakutan melainkan kemenangan atas ketakutan itu. Ia yang berani bukanlah ia yang tidak merasa takut, melainkan ia yang mengalahkan ketakutan itu” (Nelson Mandela).
Dale Carnagie (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – Hampir setiap orang yang pernah mengikuti pelatihan pengembangan diri, atau gemar membaca tulisan pengembangan diri, pernah mendengar nama Dale Carnegie. Ia memang pakar dalam hal pengembangan diri, penulis, dan motivator kondang  yang mendunia. Puluhan tulisannya pernah dibaca oleh hampir setiap orang yang mencari sumber pengembangan diri. Pusat pelatihannya terdapat di hampir semua negara di dunia ini. Salah satu bukunya yang sangat dikenal adalah How to Stop Worrying and Start Living. Dale Carnegie menulis buku itu karena ia ingin berbagi setelah belajar mengatasi ketakutan dan  kekhawatirannya sendiri.

Dalam bukunya Dale Carnegie’s Scrapbook: A Treasury of the Wisdom of the Ages, ia menulis:  ”Saya terlahir sebagai anak keluarga petani miskin di Missouri. Suatu hari, ketika saya sedang membantu ibu mengeluarkan biji-biji dari buah cherry, saya mulai menangis. ’Dale, mengapa kamu harus menangis?’ tanya Ibu heran. ’Saya khawatir akan dikubur hidup-hidup, Bu…,” jawab saya.

”Di usia itu saya memang penuh ketakutan akan berbagai hal. Jika guntur menggelegar, saya takut akan tersambar halilintar dan mati. Ketika masa ekonomi sulit, saya khawatir kami tak akan bisa makan. Saya takut saya akan masuk neraka jika saya mati. Saya takut kepada seorang anak yang lebih besar dari saya, namanya Sam White, bahwa ia akan memotong telinga saya, sebagaimana ancamannya kepada saya. Saya takut gadis-gadis akan menertawakan saya jika saya menyentuh mereka dengan ujung topi saya (ketika itu, pada awal abad ke 20,  menyentuhkan ujung topi ke badan gadis adalah cara menyapa remaja pria dengan maksud ingin berkenalan).  Saya takut tak akan ada gadis yang mau menikah dengan saya. Saya khawatir akan kata-kata apa yang harus  saya ucapkan kepada isteri saya kelak ketika kami menikah. Saya memang membayangkan kami akan menikah di gereja kota dan kembali ke kampung dengan kereta berhias, tetapi bagaimana saya akan bisa memulai dan membangun pembicaraan selama dalam perjalanan pulang itu. Bagaimana? Bagaimana? Tak terhitung berapa banyak waktu yang saya gunakan untuk mengkhawatirkan hal-hal yang bakal mengguncang hidup saya, dalam bayangan saya kala itu. Setelah menjadi dewasa, saya bertumbuh dan berbagai pengalaman dan pelajaran mengisi kehidupan saya. Saya kemudian mendapati bahwa 99% dari semua hal yang saya khawatirkan itu ternyata tak pernah menjadi kenyataan.”

Dale Carnegie, sebagaimana kita tahu, telah tumbuh menjadi orang yang berhasil mengisi kehidupan jutaan orang dengan hasil pembelajarannya dalam hidup: khawatir tak akan membawamu maju setapak pun. Setiap kali kekhawatiran menghalangi hidupmu, bayangkanlah hal terburuk yang bisa terjadi jika benar bencana yang dikhawatirkan itu terjadi. Hadapilah itu. Lalu berjalanlah ke depan.

Pelajaran yang telah dipetik oleh Dale akan membantu setiap orang lain jika berkeinginan keras untuk menolong diri sendiri untuk lepas dari kekhawatiran dan ketakutan. Lebih kuat lagi, Ralph Aldo Emerson bahkan menganjurkan: ”Apa yang kau takutkan; itu adalah indikator yang jelas tentang apa yang perlu segera kau lakukan. Ketakutan bukan untuk dihindari, melainkan untuk diatasi.

 

Email: inspirasi@satuharapan.com

Editor : Yoel M Indrasmoro

Back to Home