Loading...
EKONOMI
Penulis: Ignatius Dwiana 11:32 WIB | Selasa, 30 Juli 2013

KKP Menargetkan Seluruh BKIPM Terakreditasi ISO 17025 Pada 2014

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo menyerahkan bantuan kelautan dan perikanan kepada Bupati Banyuwangi Abdulah Azwar Anas. (Foto situs Kementerian Kelautan dan Perikanan)

TANGERANG BANTEN, SATUHARAPAN.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan seluruh Badan Karantina Ikan, Pengendalain Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) sudah terakreditasi  ISO 17025 pada tahun 2014. Hal ini diperlukan dalam menjalankan fungsi karantina ikan serta pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan. Hal ini disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo, pada acara Safari Ramadhan KKP di Desa Tanjung Pasir Kabupaten Tangerang Provinsi Banten pada hari Senin (29/07).

BKIPM didukung oleh 47 Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang tersebar di bandara dan pelabuhan. Sejumlah 36 Laboratorium Penguji Penyakit Ikan, Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan di UPT BKIPM telah terakreditasi ISO 17025.

Akreditasi  ISO 17025 akan memberikan jaminan dan validasi yang diberikan kepada para ekportir maupun masuknya ikan ke Indonesia. Untuk mendukung pelaksanaan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, KKP telah menyiapkan SDM Pengendali Hama Penyakit Ikan, Pengawas Mutu dan Inspektur Mutu Hasil perikanan yang siap melaksanakan pengawasan dan pendampingan kepada para pelaku usaha dan kelompok masyarakat pembudidaya. Termasuk para penangkap ikan dan suplier hasil perikanan serta masyarakat umum dalam mengelola dan menghasilkan produk perikanan. “Semua dilakukan dalam rangka mendukung peningkatan nilai tambah melalui hasil perikanan yang sehat dan aman dikonsumsi,” kata Sharif C. Sutardjo.

Mutu dan keamanan  hasil perikanan yang memenuhi standar merupakan salah satu syarat utama yang harus dipenuhi agar produk kelautan dan perikanan yang dihasilkan dapat diterima. Apalagi trend permintaan produk perikanan yang terus berkembang, kebutuhan lahan, regulasi yang semakin ketat dan meningkatnya tingkat persaingan merupakan tantangan bagi kelangsungan industri perikanan Indonesia.

Industri perikanan merupakan salah satu kekuatan vital ekonomi Indonesia. Untuk itu, perkembangan teknolgi terkini dan adanya krisis ekonomi, diharapkan dapat mendorong industri perikanan Indonesia terus memperbaiki diri. “Sektor perikanan merupakan sektor yang sangat strategis, terlebih dalam menghadapi situasi krisis global saat ini, sektor perikanan menjadi sangat penting karena besarnya peranan dalam menentukan kehidupan bangsa,“ tandasnya.

Potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang tinggi dan beranekaragam lebih bermanfaat dan bernilai tambah apabila disertai penerapan standar sistem mutu dan keamanan hasil perikanan. Komitmen dan kesiapan  diperlukan dari semua unsur terkait dalam pengelolaan hasil perikanan dari hulu sampai hilir.  KKP telah mencanangkan  Gerakan Masyarakat Sadar Mutu dan Karantina Ikan (GEMASATUKATA) yang ditandai dengan Pengukuhan Forum Peningkatan Sadar Mutu dan Karantina Ikan, yang melibatkan unsur Pemerintah Pusat dan Daerah, Pelaku usaha, Lembaga Perguruan Tinggi dan Penelitian serta Penyuluh Perikanan.  

“Dalam Safari Ramadhan kali ini, BKIPM melatih 150 orang kelompok nelayan dan penangkap ikan serta suplier hasil perikanan di Kabupaten Tangerang,  Pelatihan ini juga dilaksanakan dalam rangka mendukung pelaksanaan GEMARIKAN,” kata Sharif C. Sutardjo.

Pelatihan itu sejalan dengan program Industrialisasi Perikanan dan diharapkan mendukung kebijakan Blue Economy yang dicanangkan KKP. Pelatihan berbasis penerapan sistem mutu di tingkat hulu perlu diberikan untuk tujuan hasil perikanan yang memenuhi standar mutu yang saat ini semakin ketat dipersyaratkan negara tujuan ekspor. Kebijakan ini juga untuk menghasilkan hasil perikanan yang sehat dan aman dikonsumsi juga dalam rangka memenuhi konvensi PBB yang mensyaratkan kepada seluruh negara anggotanya agar menghasilkan pangan yang aman dikonsumsi.

“Kebijakan penerapan sistem mutu dan kemananan hasil perikanan juga sejalan dengan kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan berbasis Blue Economy yang  mengembangan pengelolaan kegiatan bisnis inovatif dan kreatif berdasarkan prinsip zero waste, efisien, pro kelestarian lingkungan.”

Kehadiran Menteri Kelautan dan Perikanan di Desa Tanjung Pasir Kabupaten Tangerang merupakan lokasi kegiatan yang kelima dari rangkaian kunjungan safari dalam bulan Ramadhan 1434 Hijriah.  Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan berkesempatan hadir dan bersilaturahmi dengan masyarakat di kota Depok, Kendal dan Pekalongan, Bantul serta Banyuwangi.
 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home