Loading...
BUDAYA
Penulis: Reporter Satuharapan 14:16 WIB | Selasa, 21 Maret 2017

Kompetisi Mi Warisan Nusantara, Melestarikan Resep Tradisional

Kompetisi Mi Warisan Nusantara, Melestarikan Resep Tradisional
Babak penyisihan Kompetisi Mie Warisan Nusantara dilakukan pada tanggal 17 – 19 Maret 2017 di Gading Walk, Summarecon Mal Kelapa Gading, di hadapan Dewan Juri Tirta Lie (Food Blogger), Aletta Sumampouw (General Manager Yukmakan.com), dan Edwin Lauw (Chef) (kanan-kiri). (Foto-foto: JFFF)
Kompetisi Mi Warisan Nusantara, Melestarikan Resep Tradisional
Suasana Kompetisi Mie Warisan Nusantara, yang diikuti usaha kecil menengah yang berbentuk restoran, kedai, stand, ataupun gerobak dengan menu utama mi.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Kampoeng Tempo Doeloe (KTD), yang merupakan bagian dari acara tahunan Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF), mengadakan “Kompetisi Mie Warisan Nusantara” bagi pemilik usaha kecil menengah yang berbentuk restoran, kedai, stand, ataupun gerobak dengan menu utama mi.

Pemilik usaha mi di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, mendaftarkan menu mi andalannya tanpa dipungut biaya untuk memperebutkan hadiah total Rp 60.000.000, serta kesempatan membuka usaha di Summarecon Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kompetisi tersebut diselenggarakan sejalan dengan pernyataan Chairman JFFF, Soegianto Nagaria, “JFFF dikenal sebagai wadah berbagai kreativitas anak bangsa dengan menampilkan produk-produk lokal berkualitas internasional, sehingga nantinya mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri, serta diterima secara luas di dunia. Penyelenggaraan Kompetisi Mie Warisan Nusantara dari KTD ini adalah sebagai salah satu bentuk JFFF mengelevasi program Food Festivalnya agar dapat semakin memajukan industri kuliner Indonesia dan juga melestarikan menu-menu Nusantara.”

Babak penyisihan kegiatan tersebut dilakukan pada tanggal 17 – 19 Maret 2017 di Gading Walk, Summarecon Mal Kelapa Gading. Seluruh peserta kompetisi diharuskan memasak menu mi yang telah didaftarkan dan menyajikannya kepada para Dewan Juri yakni Tirta Lie (Food Blogger), Aletta Sumampouw (General Manager Yukmakan.com), dan Edwin Lauw (Chef).

Peserta lomba dibagi menjadi tiga kategori yakni Mie Ayam, Mie Nusantara, dan Mie Non Halal, yang dari masing-masing kategori diambil satu pemenang utama, sehinggal total tiga pemenang, untuk maju ke babak final, yakni kesempatan berjualan di Kampoeng Tempo Doeloe mulai 7 April – 7 Mei 2017. Juara 1, 2, dan 3 akan ditentukan berdasarkan penjualan tertinggi selama periode KTD dan diumumkan pada tanggal 7 Mei 2017.

Juara 1 akan mendapatkan hadiah uang tunai senilai Rp 30.000.000, dan Grand Prize tempat usaha di Summarecon Mal Kelapa Gading, Juara 2 akan mendapatkan hadiah uang tunai senilai Rp 20.000.000, dan Juara 3 akan mendapatkan hadiah uang tunai senilai Rp 10.000.000.

Mi, dipercaya telah tersebar luas dari daratan Tiongkok ke seluruh dunia dengan aneka bentuk, rasa, dan bahan dasar berbeda-beda sejak ribuan tahun lalu. Di Indonesia, mi telah bertransformasi dan memiliki varian beragam sesuai dengan ciri khas masing-masing daerah.

Keragaman bumbu dan rempah dari setiap daerah inilah yang menjadikan mi salah satu kuliner Nusantara yang digemari seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, tidak heran jika menu makanan mi dapat ditemui mulai dari restoran-restoran ternama hingga warung kaki lima ataupun gerobak.

Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan semakin melestarikan menu kuliner Nusantara.

Rangkaian acara JFFF tahun ini kembali hadir untuk ke-14 kali di Summarecon Kelapa Gading Jakarta Utara pada tanggal 7 April - 7 Mei 2017, masih konsisten mengangkat industri mode dan kuliner melalui rangkaian acara Fashion Festival dan Food Festival. JFFF diselenggarakan Summarecon dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dengan tujuan menggerakkan berbagai sektor bisnis berbasis budaya. (PR)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home