Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 07:53 WIB | Senin, 03 Juni 2013

Libya Memburu Harta Gaddafi di Afrika Selatan

Moamar Gaddafi, mantan Presiden Libya yang tewas dalam pembeontakan. (Foto: istimewa)

AFRIKA SELATAN, SATUHARAPAN.COM - Pejabat Afrika Selatan diberitakan tengah menyelidiki kekayaan mantan pemimpin Libya, Muammar Gaddafi, dan keluarganya sebesar US $ 1 miliar atau sekitar  Rp 9,5 triliun yang di simpan di Afrika Selatan. Kekayaan itu sekarang diklaim sebagai aset negara Libya.

Pemerintah Libya dilaporkan telah meminta bantuan pemerintah Afrika Selatan dalam upaya mengembalikan kekayaan berupa berlian, emas dan uang tunai.

Aset tersebut disebutkan disimpan pada empat bank dan perusahaan keamanan di Afrika Selatan, demikian laporan mengutip penyelidik Libya yang diberitakan timeslive.co.za. Total asset Gaddafi diperkirakan mencapai sekitar US$ 80 miliar.

Gaddafi adalah presiden Libya yang memerintah sejak 1969 hingga berakhirnya ketika ditangkap dan dibunuh saat ia mencoba untuk melarikan diri dari rumahnya kota Sirte. Peristiwa itu terjadi dalam pemberontakan politik di Libya pada bulan Oktober 2011.

Dari dalam negeri Libya disebutkan bahwa setiap aset miliknya atau keluarganya tegas dianggap oleh banyak warga Libya sebagai properti milik negara yang harus dikembalikan.

Sekarang ada kelompok yang mendekati otorita keuangan mengaku mewakili pemerintah Libya dan pihak Afsel sedang dalam proses verifikasi klaim mereka tentang aset yang berada di Afrika Selatan,  kata seorang jurubicara Menteri Keuangan Afrika Selatan, Pravin Gordhan, seperti dikutip oleh mingguan Afrika Selatan tersebut.

Pejabat Kedutaan Libya  di Afsel, Salah Marghani, mengatakan bahwa para pejabat telah "ditunjuk untuk menyelidiki dan mengamankan aset di Afrika atas nama rakyat Libya".

Disebutkan bahwa demi keadilan, pihak Libya  meminta otorita keuangan di Afrika Selatan untuk membantu menemukan aset yang berkaitan dengan Gaddafi, yang mungkin  diperoleh secara ilegal, dijarah,  disimpan atau disembunyikan di Afrika Selatan.

Penyelidik dari Libya disebutkan telah bertemu Gordhan dan Presiden Afrika Selatan,  Jacob Zuma, untuk membahas upaya menemukan dan mengembalikan harta Gaddafi tersebut.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home