Loading...
INSPIRASI
Penulis: Tjhia Yen Nie 07:09 WIB | Selasa, 17 Oktober 2017

Manusia Pintar atau Bodoh?

Menjadi manusia rata-rata memang suatu anugerah karena bisa melihat dari kacamata rata-rata.
Gudang Ilmu (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – Sebut saja namanya: Si Budi. Pemuda yang belum seperempat abad ini menyabet berbagai prestasi yang mencengangkan di bidang studinya.  Tidak hanya mendapat beasiswa penuh dari sejak SMA, saat ini ia pun menjadi asisten dosen di universitas berbendera ivy league di negeri Pam Sam.  Dan kalau kita merasa istimewa mendengar seseorang yang kuliah dengan mengambil double degreealias dua bidang perkuliahan bersamaan; maka Si Budi lulus dengan mengambil triple degree, dan sekarang sedang menyelesaikan S3-nya.

”Wow…!” Hanya itu yang keluar dari mulut saya mendengar kisahnya.  Namun kemudian, Sang Ibu yang sangat bangga melanjutkan kisahnya, ”Sekarang saya selalu mendoakan agar ia kelak mendapatkan pasangan hidup yang bisa mengerti tentang dirinya.”

Saya pun berbisik kepada teman di sebelah saya, ”Istrinya harus benar-benar orang yang pandai juga, kalau hanya dengan kepandaian rata-rata seperti kita, mana bisa nyambung mengobrol sama orang sepintar ini, lah... kalau nggak nyambung, mana bisa ngertiin dia?”

Teman saya pun mengangguk-anggukkan kepala, dan menjawab dengan bisikan pula, ”Bisa juga sih kalau istrinya bodoh dan tidak mengerti sama sekali.  Jadi, dia bisa mengobrol apa saja tanpa beban dan tidak minder dimengerti atau tidak.” Giliran saya yang menganggukkan kepala dan menyetujui pendapatnya.

Ternyata, memang tidak mudah berkomunikasi dengan orang-orang yang super.  Harus mereka yang super juga, entah itu pintar supaya betul-betul mengerti apa yang diperbincangkan, atau bodoh supaya sama sekali tidak mengerti sehingga bebas mengeluarkan pendapat tanpa rasa malu dan minder.

Menjadi manusia rata-rata memang suatu anugerah karena bisa melihat dari kacamata rata-rata.  Jadi, ketika ada perdebatan mengenai orang yang tersinggung dikatakan bodoh, saya pun teringat kembali kisah Si Budi. 

 

Email: inspirasi@satuharapan.com

Editor : Yoel M Indrasmoro


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home