Google+
Loading...
FLORA & FAUNA
Penulis: Dewasasri M Wardani 19:09 WIB | Selasa, 12 Maret 2019

Marigold, Kaya Antioksidan

Marigold (Tagetes erecta). (Foto: housemethod.com)

SATUHARAPAN.COM – Bunga marigold digemari karena bunganya yang indah. Keindahan bunganya terpancar dalam warna-warnanya yang cerah, mulai dari warna putih, kuning, oranye, oranye kemerahan, hingga campuran beberapa warna dalam satu bunga.

Marigold, dikutip dari ipb.ac.id, sering juga disebut randa kencana, ades, atau tahi kotok. Marigold biasa ditanam di kebun atau halaman sebagai tanaman hias. Bunga marigold merupakan bunga majemuk, biasanya ditanam menggerombol agar terlihat menarik.

Bunga marigold, tumbuh sebagai tanaman hias tahunan, namun pada banyak negara di bagian timur, bunganya digunakan sebagai sarana upacara ibadah. Masyarakat Bali menggunakan bunga marigold untuk keperluan upacara keagamaan, sehingga banyak masyarakat Bali yang menanam sendiri untuk memenuhi kebutuhannya.

Bunga marigold, dikutip dari umm.ac. id, dari keluarga Asteraceae, diketahui mengandung senyawa karotenoid, dan memiliki kandungan lutein pada bunga yang sangat  pekat yaitu 80-90 persen. Karotenoid merupakan antioksidan yang efisien dan penting untuk nutrisi manusia.  

Lutein, mengutip dari ipb.ac.id, adalah zat warna utama dalam marigold. Karotenoid yang terdapat dalam marigold adalah karotenoid yang berwarna kuning seperti karoten (alfa dan betakaroten) dan xantofil (lutein dan zeaxantin). Bunga marigold mengandung karotenoid juga mengandung flavonoid, polifenol, yang berfungsi sebagai antioksidan alami .  

Pemerian Botani Marigold

Marigold, mengutip dari umm.ac.id, memiliki nama ilmiah Tagetes erecta. Tanaman ini dikenal dengan aneka nama lokal, yakni tahi ayam, tahi kotok, kenikir, randa kencana, dan ades (Indonesia), dan amarello (Filipina). Dalam bahasa Inggris, tanaman ini dikenal dengan nama african marigold, astec marigold, american marigold, big marigold.

Nama umum dalam bahasa Inggris, margold, menurut Wikipedia, berasal dari Mary's gold, nama yang pertama kali diterapkan pada tanaman asli yang mirip dengan Eropa, Calendula officinalis.

Tanaman marigold, dikutip dari umm.ac.id, memiliki akar tunggang yang merupakan ciri dari tanaman kelas dicotyledoneae (tumbuhan biji belah). Akar tersebut berwarna putih kekuningan serta memiliki rambut akar yang berguna untuk mengambil nutrisi serta air yang terdapat di dalam tanah. Marigold pada umumnya tumbuh tegak ke atas dengan tinggi berkisar 0,6 m - 1,3 m.

Daunnya memiliki bentuk tulang daun menyirip. Daun tersebut berbentuk lanset, tepi beringgit, dengan ujung meruncing.

Bunga dari tanaman marigold dapat tumbuh hingga diameter bunga 7,5 – 10 cm.

Batangnya berwarna putih kehijauan jika pucuknya masih muda dan jika sudah dewasa berwarna hijau, tumbuh tegak dan bercabang-cabang. Tinggi tanaman ini berkisar 30 cm hingga 120 cm.

Pada sekujur batangnya, tumbuh daun majemuk yang berujung runcing dan tepinya bergerigi. Lapisan terluarnya merupakan epidermis batang. Bagian batang yang disebut korteks, disusun oleh parenkim korteks.  

Bunga marigold memiliki bentuk yang menyerupai cawan serta memiliki warna mencolok. Bunga memiliki organ bunga yang lengkap yaitu putik dan benang sari.

Varietas marigold yang paling umum dibudidayakan dikenal beragam sebagai marigold afrika (biasanya mengacu pada kultivar dan hibrida Tagetes erecta), atau marigold Prancis (biasanya mengacu pada hibrida dan kultivar Tagetes patula, banyak di antaranya dikembangkan di Prancis).

Pada Tagetes patula, dedaunannya memiliki aroma musky, wangi, namun beberapa varietas dikembangbiakkan tanpa aroma. Varietas tertentu dibudidayakan untuk mencegah beberapa hama serangga umum, serta nematoda.

Tagetes minuta (khakibush atau huacatay), berasal dari Amerika Selatan, telah digunakan sebagai sumber minyak atsiri untuk parfum dan industri.

Kuntum marigold kaya akan karotenoid lutein oranye-kuning dan digunakan sebagai warna makanan. Di Eropa, misalnya, dimanfaatkan pada pembuatan pasta, minyak sayur, margarin, mayones, salad dressing, makanan panggang, gula-gula, produk susu, es krim, yogurt, jus jeruk, dan mustard.

Di Amerika Serikat, bubuk dan ekstrak margold hanya disetujui sebagai pewarna dalam pakan unggas.

Marigold dicatat sebagai tanaman pangan bagi beberapa ulat Lepidoptera, termasuk ngengat, dan sumber nektar untuk kupu-kupu lainnya.

Di bidang pertanian, bunga marigold efektif dalam pencegahan nematoda pengganggu tanaman, sehingga digunakan sebagai tanaman tumpang sari, penangkal serangga, herbisida, dan antijamur. Minyak atsiri dari bunga marigold efektif menghambat pertumbuhan bakteri, antijamur pada Saprolegnia ferax, serta sebagai larvasida pada Culex quinquefasciatus, dan Aedes aegypti. Mungkin karena baunya yang tidak seharum bunga mawar, cempaka dan lai-lain, bunga marigold tidak begitu diminati orang.

Mengutip dari ub.ac.id, ekstrak pigmen bunga marigold telah banyak dimanfaatkan di Jepang dan Amerika, sebagai pewarna makanan, pewarna kosmetik, antioksidan, antikarsinogen, suplemen nutrisional, dan obat-obatan. Kelopak bunga marigold yang telah dikeringkan, kemudian dijadikan tepung, merupakan bahan baku untuk proses ekstraksi lutein dalam pembuatan suplemen dan bahan aktif kosmesetikal dan neutrasetikal.

Marigold, dikutip dari umm.ac.id, merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Selatan dan saat ini telah dibudidayakan hampir di seluruh dunia. Tanaman marigold dibudidayakan di Bali, salah satu di antaranya di perkebunan Bali Gemitir yang berlokasi di Desa Baturiti, Kabupaten Tabanan.

Budidaya tanaman marigold umumnya dilakukan dengan menggunakan benih. Benih-benih yang telah matang tersebut diperoleh dari bunga marigold yang tua serta telah kering. Proses budidaya mudah dilakukan, yaitu benih hanya disebar atau disemai pada media tanam dengan jarak tanam 20 – 40 cm. Tanaman marigold pada musim kemarau dan kondisi lingkungan yang panas sangat memerlukan air yang cukup.

Manfaat Herbal Marigold

Marigold, dikutip dari academia.edu, merupakan tanaman tropis yang cukup luas penyebarannya di Indonesia. Pada dasarnya tanaman ini mempunyai khasiat yang baik sebagai pengobatan herbal, karena mempunyai sifat antiseptik.  

Daun marigold sering digunakan untuk penangkal serangga dan seduhan daun ini digunakan untuk penurun panas badan serta obat luka.

Marigold mengutip dari unud.ac.id, memiliki beberapa manfaat. Bunga dari tanaman marigold dapat digunakan sebagai obat-obat tradisional yang dapat menyembuhkan infeksi saluran pernapasan, antiradang, mengencerkan dahak, mengatasi batuk, dan obat untuk luka.

Masyarakat Filipina menggunakan bunga marigold dalam pengobatan anemia, menstruasi yang tidak lancar, rematik dan sakit pada tulang, penyakit mata dan sedatif.

Ketua Pusat Sumber Genetik Tumbuhan Biosains Institut Biosains, Universiti Putra Malaysia, Serdang, Selangor, Malaysia, Dr Moh Said Saad, dikutip dari usu.ac.id, menyebutkan tanaman ini mujarab untuk mengobati luka-luka pada anggota tubuh. Pada dasarnya tumbuhan ini mempunyai khasiat yang baik sebagai pengobatan herba karena tumbuhan ini mempunyai sifat antiseptik.   

Sifat  antiseptik tanaman ini, terdapat pada lendir yang keluar dari daunnya yang segar. Daun bunga marigold secara tradisional juga dapat untuk mengobati pembengkakan atau pun keseleo pada anggota tubuh.  

Bunga marigold, dikutip dari ub.ac.id, digunakan untuk mencegah nematoda pengganggu tanaman, penangkal serangga, herbisida, dan anti jamur. Minyak atsiri bunga marigold efektif menghambat pertumbuhan bakteri, dan sebagai larvasida pada Anopheles stephensi selain Culex quinquefasciatus, dan Aedes aegypti.

Tanaman ini, dikutip dari umm.ac.id, memiliki sifat antioksidan, antimikotik, aktivitas analgesic, dan 18 senyawa aktif lainnya. Bunga marigold berguna dalam penyembuhan demam, epilepsi, astringent, karminatif, obat perut, kudis, keluhan hati, dan juga digunakan dalam penyakit mata serta untuk memurnikan darah. Jus bunga marigold diberikan sebagai obat penggumpalan darah dan juga digunakan dalam rematik, pilek, dan bronkhitis.

Mahasiswa dan dosen IPB melakukan penelitian dengan tujuan memperkaya  gizi telur dengan marigold. Mereka meneliti apakah tambahan pakan bagi ayam berupa tepung bunga dan daun tanaman marigold berpengaruh terhadap kualitas telur ayam. Hasil penelitian dosen dan mahasiswa IPB menunjukkan, tambahan itu membuat telur makin kaya vitamin A dan antioksidan. 

“Pada dasarnya, jenis tanaman yang menghasilkan bunga berwarna kuning atau jingga kaya kandungan vitamin A dan beta karoten yang berfungsi sebagai antioksidan,” kata Dewi Sri Astuti, dosen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan pada Fakultas Peternakan IPB, dikutip dari Kompas.com, 22 September 2011.

Penambahan pakan yang mengandung vitamin A dapat meningkatkan jumlah pigmen karoten pada kuning telur. Peningkatan pigmen karoten ini meningkatkan warna kuning pada telur. Kecerahan warna kuning telur erat kaitan dengan tingginya kandungan vitamin A.

Hasil uji coba juga membuktikan warna kuning telur ayam dari hasil penambahan pakan tepung daun dan bunga marigold masing-masing 2,5 persen tersebut menunjukkan warna lebih kuning hingga jingga kemerah-merahan. Inovasi pakan ternak ayam petelur yang sederhana ini tentu bermanfaat bagi konsumen.

Miglena Valyova dan kawan-kawan, dari Departemen Patologi Tanaman dan Kimia, Fakultas Ekologi dan Arsitektur Lansekap, Universitas Arsitektur Kehutanan Sofia, Bulgaria, menyebutkan marigold terkenal dengan khasiat antimikroba, antiseptik, penyembuhan luka dan maag, sifat antiinflamasi, antioksidan dan antivirus. Tanaman ini memiliki sejarah panjang digunakan sebagai obat herbal.

Marigold menghasilkan berbagai zat yang memiliki efek farmakologis dan aktivitas antioksidan. Penelitian mereka mengungkapkan bahwa fraksi marigold  secara efektif menunjukkan kemampuan terbaik untuk mengais radikal bebas.

Editor : Sotyati

Back to Home