Loading...
BUDAYA
Penulis: Prasasta Widiadi 19:49 WIB | Sabtu, 23 Agustus 2014

Para Seniman Kristiani Butuh Dukungan Berbagai Pihak

Setyoko Hadi, duduk dan berbincang-bincang dengan sesama pelukis, Wisnu Sasongko. (Foto: Prasasta Widiadi).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Setiyoko Hadi, salah seorang perupa yang berpartisipasi pada Pameran Seni Rupa Kristiani mengemukakan bahwa saat ini karya seni, khususnya seni rupa atau lukis membutuhkan banyak sekali dukungan lembaga-lembaga Kristiani guna mewujudkan karyanya. Setiyoko Hadi mengatakan hal ini kepada satuharapan.com pada Sabtu (23/8) di Ruang Pameran Sekolah Tinggi Teologia, Jakarta.

“Nah kita saat ini memang punya wadah yang namanya Seruni (Seni Rupa Kristen Indonesia) teman-teman (pelukis) itu bergabung dalam artian, kalau setiap saat ada even-even seperti ini (pameran), maka yang berada di luar kota, ya kita panggil,” kata Setiyoko Hadi.

Setiyoko Hadi dan seniman-seniman lainnya yang tergabung dalam Seruni menyebut bahwa dukungan dari media dan lembaga-lembaga pendidikan maupun non-pendidikan Kristiani penting, sebab media berperan kuat guna memberi pencerahan agar tema-tema Kristiani dapat lebih populer dan mudah diterima masyarakat umum.

Visi dan misi Seruni adalah menghadirkan seni rupa kristen yang menggemakan kesegaran, keindahan, keberanian, kebenaran, menyatakan kesatuan Tubuh Kristus serta aktif membangun seni kristiani sebagai misi rohani dan budaya. Lembaga gereja dan institusi teologi mulai mengubah misi-pendekatan rohaniah kebenaran yang bersifat frontal terhadap kebudayaan dengan pendekatan keindahan-seni.

Setiyoko Hadi menceritakan demikian sembari menunjukkan beberapa lukisan yang terpajang di ruang pameran STT Jakarta kepada satuharapan.com, lukisan-lukisan tersebut bertemakan Kristiani dan terdiri dari 12 perupa Kristiani yang tersebar dari berbagai kota di Indonesia.  

Seruni saat ini memiliki agenda tetap menggelar pameran di Universitas Pelita Harapan (UPH) akan tetapi tidak menutup kemungkinan menggelar pameran di tempat-tempat lain, terutama perguruan tinggi kristen yang memiliki basis pendidikan seni rupa.   

“Meskipun di UPH kita diberi waktu dan tempat yang permanen, sebetulnya kita mau mengajak dunia akademis lainnya,” lanjut Setiyoko Hadi.

Setiyoko Hadi yang saat ditemui satuharapan.com bersama perupa lainnya, Wisnu Sasongko sedang menyelesaikan setting berbagai lukisan yang akan dipamerkan dan dijual dalam harga yang bervariasi di STT Jakarta.

Setiyoko Hadi mengatakan saat ini para seniman Kristiani yang tergabung dalam seruni memfokuskan kepada menggelar pameran dengan sasaran dunia akademis.

“Sekarang ini kan banyak universitas kristiani yang memiliki basis seni rupa tetapi kita juga perlu sosialisasi agar bisa masuk ke dalamnya, karena tema-tema rohani sebenarnya di dunia seni rupa atau lukis Indonesia terkadang dimaknai sempit,” lanjut Setiyoko Hadi.

Setiyoko Hadi mengatakan dunia seni mengalami kesalahan tafsir, misalnya saat banyak orang melihat judul “pameran lukisan Kristiani” atau terkadang di kepercayaan lain ada lomba “Kaligrafi” maka pangsa pasar akan tertuju kepada umat beragama tertentu, padahal sesungguhnya saat ini penting karena harus ada tema yang menyejukkan bahwa tema rohani juga bisa diterima kalangan awam.

“Kalau (karya) nggak ditampilkan maka orang tidak akan melihat, meski memang agak berat, karena memahami seni agak berat bagi orang kebanyakan. Saya paham kalau mengapresiasi seni adalah hal yang tidak mudah, karena orang jaman sekarang cenderung refreshing ke pusat perbelanjaan daripada mengapresiasi orang yang berkarya atau berinovasi,” lanjut Setiyoko Hadi.

Setiyoko Hadi mengatakan pula bahwa dunia seni yang digabung dengan aspek rohani memang dunia yang idealis, namun memang itu cara yang harus ditempuh guna merealisasikan sebuah karya.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home