Google+
Loading...
INSPIRASI
Penulis: Yoel M Indrasmoro 08:29 WIB | Sabtu, 20 April 2019

Paskah: Kisah mengenai Prioritas

Bisa jadi itulah hari Sabat terpanjang dalam hidup mereka di tengah kegalauan akan penyaliban serta kerinduan merawat mayat Yesus dengan selayaknya.
Para perempuan yang pergi ke kubur (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – Paskah adalah kisah mengenai prioritas. Lukas mencatat: ”tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah mereka sediakan” (Luk. 24:1).

Ada karya yang harus dituntaskan. Para perempuan itu tidak bisa menyelesaikannya karena penguburan Yesus harus dilaksanakan secepatnya. Datangnya hari Sabat membuat mereka harus menghentikan keinginan merawat jenazah Sang Guru lebih lama lagi. Namun, mereka tetap ingin melanjutkan merawat tubuh Yesus sesudah sabat. Karena itu, mereka membeli rempah-rempah dan minyak mur pada hari Jumat sore itu (Luk. 23:56a).

Bisa jadi itulah hari Sabat terpanjang dalam hidup mereka di tengah kegalauan akan penyaliban serta kerinduan merawat mayat Yesus dengan selayaknya. Tak heran, Lukas mencatat bahwa pagi-pagi benar para perempuan itu bergegas  pergi ke kubur untuk merawat mayat Yesus. Dan ternyata batu sudah terguling. Dua Malaikat menegaskan bahwa Yesus hidup.

Prioritas selanjutnya adalah mengabarkan peristiwa kebangkitan itu kepada para murid. Ini merupakan kabar baik. Dan kabar baik harus diteruskan. Kebaikan kabar itu menuntut mereka untuk terus mengabarkannya kepada sebanyak mungkin orang.

Sayangnya, para rasul menganggap bahwa para perempuan itu hanya membawa kabar angin. Lukas mencatat: ”Tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu” (Luk. 24:11).

Kita tidak pernah mengetahui bagaimana tanggapan para perempuan itu. Lukas tidak menceritakan perasaan mereka sama sekali. Mungkin mereka merasa tidak dianggap, mungkin juga mereka kecewa. Yang pasti, para perempuan itu telah menjadikan berita kebangkitan itu sebagai prioritas dalam hidup mereka. Dan itu sudah lebih dari cukup.

Nah, apa prioritas Anda sekarang ini?

Editor : Yoel M Indrasmoro

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home