Loading...
SAINS
Penulis: Fransiska Sari Indah 23:50 WIB | Senin, 29 Juli 2013

Pecandu Narkotika dengan Jarum Suntik Banyak Tertular Hepatitis

Penggunaan Jarum suntik dapat menimbulkan risiko terkena penyakit hepatitis (foto:UN)

NEW YORK, SATUHARAPAN.COM – Jarum Suntik yang digunakan para pecandu narkotika potenisal menjadi jalan menularkan  virus hepatitis. Badan Perserikatan Bangsa-bangsa  untuk Narkotika dan Kejahatan (United Nations on Drugs and Crime UNODC) menyebutkan 51 persen pecandu narkotika yang mengunakan jarum suntik mengidap hepatisit C.

Oleh karena itu, dalam memperingati hari hepatitis dunia, Kepala UNOD hari MInggu (28/7) menyerukan upaya pencegahan untuk menghentikan risiko mengidap hepatitis akibat penyalahgunaan jarum suntik narkotika. 

Menurut Direktur UNODC, Yury Fedotov, semua orang yang menderita virus hepatitis harus mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tersedia di masyarakat.

Hepatitis adalah penyakit peradangan hati yang disebabkan adanya infeksi virus. Ada lima jenis virus hepatitis antara lain; tipe A, B, C, D dan E yang dapat menyebabkan kematian sekitar 1,4 juta orang setiap tahunnya. Hepatitis C dapat menyebabkan penyakit hati seperti sirosis dan kanker serta virus tersebut tersebar luas di kalangan pengguna suntikan narkotika.

Menurut laporan UNODC jumlah pengidap hepatitis C akibat penggunaan jarum suntik narkotika diperkirakan mencapai 51 persen. Banyak di antara mereka yang tidak menyadari bahwa mereka mengidap penyakit hepatitis. Hal itu mungkin karena tidak terdiagnosis dan tidak diobati, yang pada gilirannya dapat menimbulkan risiko penularan terhadap orang lain.

UNODC dan mitra PBB lainnya mempromosikan pencegahan penyakit hepatitis yang dapat membantu memberikan pengobatan dan perawatan bagi para pengidap.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Healthy Organization  / WHO) saat ini mengembangkan skrining hepatitis C, perawatan dan pedoman pengobatan yang akan memberikan rekomendasi pada tujuh area kunci, seperti pendekatan pengujian, intervensi perilaku (pengurangan alkohol), penilaian non-invasif fibrosa hati serta pemilihan kombinasi obat untuk hepatitis.

Pemahaman Yang Benar

Badan kesehatan PBB itu menetapkan 28 Juli sebagai hari hepatitis sedunia. Hal itu berfungsi untuk mempromosikan pemahaman yang lebih besar dan benar mengenai hepatitis. Demikian juga tentang masalah kesehatan masyarakat dunia dengan melakukan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian infeksi di negara-negara seluruh dunia.

Bertepatan dengan peringatan hari hepatitis dunia, WHO merilis survei mengenai masalah hepatitis di 126 negara. Laporkan itu tentang kebijakan pencegahan dan pengendalian virus hepatitis di negara-negara anggota WHO dan mengidentifikasi keberhasilan serta kesenjangan di tingkat negara dalam pelaksanaan empat prioritas antara lain; peningkatan kesadaran, data berbasis bukti tindakan, pencegahan transmisi,  penyaringan, perawatan serta pengobatan.

Data menunjukkan bahwa sepertiga negara-negara di dunia memiliki langkah strategis  untuk menangani masalah virus hepatitis. Dalam hal ini WHO mendesak pemerintah untuk meningkatkan langkah-langkah dalam mengatasi masalah penyebaran penyakit tersebut. (un.org)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home