Google+
Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Reporter Satuharapan 20:42 WIB | Sabtu, 26 Januari 2019

Pemerintah Kejar Target Pemasangan Listrik Gratis Rumahan

Presiden Jokowi meninjau penyambungan listrik gratis bagi warga di pemukiman padat, RT 001/004, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jumat (25/1) siang. (Foto: JAY/Humas/Setkab)

BEKASI, SATUHARAPA.COM - Pemerintah menargetkan akan memasang sambungan listrik gratis kepada warga kurang mampu di seluruh tanah air.

Untuk Provinsi Jawa Barat misalnya, pemerintah menargetkan pemasangan 280 ribu sambungan listrik gratis, dan yang sudah terealisir sebanyak 100 ribu sambungan.

“Kita terus akan memberikan sambungan-sambungan gratis kepada warga belum mampu untuk pasang di semua provinsi. Tapi memang kita baru berkonsentrasi di Jawa Barat karena memang di sini masih banyak sekali sambungan-sambungan yang seperti tadi saya lihat tadi masih belum sambung,” kata Presiden Jokowi usai meninjau Penyambungan Listrik Gratis di RT 001/004 Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jumat (25/1) siang.

Presiden menjelaskan, dari target 280 ribu sambungan listrik gratis di Jabar, saat ini sudah terealisir 100 ribu sambungan. Ia menjelaskan, Jabar dipilih lebih dulu, sekali karena masih banyak yang belum pasang, juga karena pemerintah meski  fokus satu-satu dulu dong.

“Nanti pindah ke Jawa Tengah, ke Jawa Timur, semuanya pasti akan. Kalau di sini selesai nanti pindah ke yang belum,” ujar Presiden.

Untuk Bekasi, menurut Presiden, pemerintah menargetkan sebanyak 14.000 sambungan.

Jujur, Displin, dan Kerja Keras

Saat meninjau sejumlah stand perserta Mekaar, di Lapangan Alun-alun Kota Bekasi, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (25/1) siang, Presiden Jokowi mengingatkan para peserta Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) binaan Permodalan Nasional Madani (PNM) tentang pentingnya tiga kata dalam yel-yel mereka, yaitu Jujur, Displin, dan Kerja Keras.

“Kalau tiga hal itu tidak dilakukan, jangan berharap ibu-ibu sukses,” kata Presiden Jokowi.

Untuk itu, Presiden meminta para peserta Mekaar agar disiplin mengembalikan pinjaman PNM yang diterimanya, disiplin mengangsur, dan disiplin menggunakan uang pinjamannya.

“Jangan sampai dapat Rp2 juta, yang Rp1 juta untuk beli ini, tidak boleh. Rp2 juta penuh 100 persen harus dipakai untuk modal kerja, untuk modal usaha. Jangan dipakai untuk yang lain-lain,” tutur Presiden.

Ia menambahkan, kalau nanti usahanya sudah berkembang, keuntungannya sudah kelas, silakan ambil tapi dari keuntungan bukan dari pinjaman pokok.

Kalau nanti keuntungan sudah gede, Presiden Jokowi menyarankan agar dipakai lagi mengembangkan usaha yang lain, misalnya sekarang jualan nasi goreng dari keuntungan bisa mengembangkan jadi tambah nasi uduk. Dari berkembang lagi untungnya tambah lagi gorengan. Terus berkembang. Dulunya belum punya warung bisa punya warung, gitu yang namanya berkembang seperti itu.

“Saya mengalami, saya ngalami perjalanan seperti itu. Jangan tergesa-gesa. Tergesa-gesa itu ya tadi dapet Rp2 juta yang Rp1 juta biar tambah cantik beli ini. Sudah. Ya tambah cantik, tapi enggak bisa mengembalikan,” ungkap Presiden mengisahkan dirinya.

Dalam kesempatan itu Presiden meminta para Account Officer (AO) program Mekaar agar Ibu-Ibu ini diajari pembukuan kecil, untuk mencatat uang keluar, uang masuk, barang keluar, barang masuk. Sehingga nanti kalau sudah ada pembukuan mau melompat ke KUR (Kredit Usaha Rakyat) itu sudah siap.

“KUR ngecek sudah kita punya pembukuan, ini berarti ibu-ibu ini rapi, pembukuannya rapi, uang keluar-masuk tercatat semuanya. Memang harus seperti itu. Kalau mau gede, memang harus disiplin seperti itu. Enggak ada cara lain, enggak ada cara lain,” ucap Presiden.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Ibu Negara Iriana, Mensesneg Pratikno, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Dirut PT PLN (Persero) Sofyan Basyir.(Setkab)

 

Editor : Melki Pangaribuan

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home