Loading...
RELIGI
Penulis: Francisca Christy Rosana 22:16 WIB | Kamis, 23 Juli 2015

PGI Undang GKPI Bahas Pembongkaran Gereja

Spanduk desakan pembongkaran gedung GKPI. (Foto: Francisca Christy Rosana)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Sekretaris Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) wilayah Jakarta, Pdt Manuel Raintung mengatakan akan menggelar pertemuan dengan perwakilan pengelola Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) hari Jumat (24/7). Pertemuan tersebut memuat pembahasan perihal pembongkaran gedung tempat ibadah yang akan dilakukan Suku Dinas Penataan Kota Provinsi DKI pada hari Sabtu (25/7).

Pertemuan PGI dengan GKPI bermaksud membahas antisipasi untuk menghindari bentrok antara warga, aparat, dan jemaat GKPI pada saat eksekusi pembongkaran gedung yang terletak di bilangan Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur ini.

“Kami mau memanggil mereka besok untuk mengantisipasi ini karena pihak pendemo dari luar diminta Polres tidak boleh datang pada saat pembongkaran. Pemerintah kan hanya merespons penolakan masyarakat terhadap gedung yang tak ada izinnya, tapi tak dibongkar sepenuhnya. Jadi kita tunggu besok untuk menyiasati bagaimana caranya menghadapi tanggal 25. Pihak luar sudah dibendung tak boleh datang,” kata Manuel saat dihubungi satuharapan.com, Kamis (23/7) malam.

Menurut Manuel, PGI juga telah meminta pihak GKPI untuk menerima usulan Wali Kota Jakarta Timur, yakni membongkar sebagian bangunan gereja. Gereja ini memiliki bangunan dua lantai.  Pihak GKPI sempat membongkar bagian atas gereja mematuhi instruksi yang diperintahkan pemerintah. Namun, menurut Manuel, kasus pembongkaran kembali mencuat setelah gereja dibangun dua lantai. Pihak GKPI, kata Manuel, curiga masyarakat setempat diintervensi pihak luar.

Sementara, bangunan memang sudah lama disegel, yakni sejak dua tahun lalu karena dianggap tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Selain itu, masyarakat setempat juga melakukan penolakan terhadap pembangunan tersebut.

Saat ini, Manurung mengatakan jumlah jemaat GKPI di Jatinegara berjumlah 0 hingga 60 keluarga. Jemaat berasal dari seluruh wilayah di Jakarta.

“Mereka sendiri nggak ada di lingkungan di situ, mereka tinggal berjauhan dari seluruh wilayah DKI. Jarak terdekat dua sampai tiga kilometer. Sementara ibadah dilakukan setiap hari Minggu,” kata dia. 

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home