Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 06:24 WIB | Senin, 06 April 2020

PM Inggris, Boris Johnson, Dirawat di Rumah Sakit

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson di Downing Street 10. (Foto: dok. AP)

LONDON, SATUHARAPAN.COM-Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, dirawat di rumah sakit untuk menjalani tes pada hari Minggu (5/4) setelah menunjukkan gejala terinfeksi virus corona yang persisten sepuluh hari setelah hasil tes positif untuk virus tersebut. Namun pihak kantornya mengatakan itu bahwa itu bukan di bagian darurat.

"Atas saran dokternya, Perdana Menteri malam ini telah dirawat di rumah sakit untuk tes," kata Downing Street, kediaman perdana menteri. "Ini adalah langkah pencegahan, karena Perdana Menteri terus menunjukkan gejala virus corona persisten sepuluh hari setelah tes positif.”

Dirawatnya Johnson di rumah sakit menimbulkan pertanyaan di banyak warga Inggris; karena konstitusi begara itu tidak cukup jelas atas tentang apa yang terjadi jika dia tidak dapat terus memimpin.

Kantor Johnson mengatakan bahwa dia masih menderita dengan suhu badan tinggia , namun tetap bertanggung jawab atas pemerintah.

Johnson juga mengatakan dia dapat terus bekerja dari isolasi diri di kediamannya, seperti yang dilakukan oleh menteri kesehatannya, Matt Hancock, yang juga dinyatakan positif terkena virus.

Siapa Yang Menggantikan?

Tetapi warga Inggris menghadapi fakta bahwa dua pemimpin penting mereka dalam perjuangan melawan pandemi telah mengidap penyakit ini, dan menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana pemerintah akan berfungsi tanpa mereka pada saat krisis global ini.

“Kami belum pernah berada dalam situasi seperti itu, kami tidak harus memikirkannya dari sudut pandang itu sebelumnya,” kata Catherine Haddon, senior di Institute for Government, mengatakan kepada Reuters.

Di Amerika Serikat, misalnya, wakil presiden akan naik jika presiden meninggal atau menjadi lumpuh, tetapi Inggris tidak memiliki wakil resmi atau perdana menteri sementara yang akan mengambil alih.

Namun Downing Street telah mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri, Dominic Raab, akan mewakili jika perlu.

Tidak ada pedoman untuk keadaan seperti itu dalam manual kabinet Inggris. Namun ketika ditanya tentang siapa yang akan menggantikannya, juru bicaranya mengatakan: "Perdana menteri memiliki kekuatan untuk mendelegasikan tanggung jawab kepada salah satu menterinya, tetapi untuk saat ini adalah perdana menteri dan kemudian menteri luar negeri." (Reuters)

Editor : Sabar Subekti

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home