Google+
Loading...
EKONOMI
Penulis: Tya Bilanhar 14:58 WIB | Selasa, 25 Juli 2017

Presiden Bank Dunia:RI Perlu Rp 6.500 T untuk Infrastruktur

Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim (Foto: Ist)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim, mengatakan Indonesia membutuhkan investasi US$ 500 miliar atau Rp 6.500 Triliun (Rp 13.000 per dolar AS) untuk mengatasi kesenjangann infrastruktur dalam lima tahun ke depan.

Ia menyarankan agar Indonesia melipatgandakan alokasi anggaran pemerintah untuk bidang infrastruktur selain menarik investasi swasta.

Kim mengatakan hal itu dalam sebuah seminar tentang infrastruktur di Jakarta, hari ini (24/07). 

"Kami memperkirakan Indonesia harus menginvestasikan US$ 500 miliar dalam lima tahun ke depan untuk mengisi kesenjangan infrastuktur. Untuk memulainya, itu berarti meningkatkan belanja pemerintah pusat untuk belanja infrastruktur dari 2,4 persen Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi 4,7 persen pada tahun 2020," kata Kim, dikutip dari Reuters.

Kim berada di Indonesia dalam kunjungan dua hari. Ia akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri untuk membahas reformasi kebijakan di Indonesia, khususnya, upaya untuk meningkatkan penerimaan negara dan membelanjakannya secara lebih efisien di sektor-sektor utama, seperti infrastruktur dan sumberdaya manusia.

Kim dijadwalkan bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan sejumlah menteri lainnya terkait prioritas pembangunan Indonesia dan bagaimana memperkuat suksesnya kerja sama antara Bank Dunia dengan Indonesia.

"Indonesia adalah negara yang sedang bangkit, dan siap bergabung dengan negara-negara ekonomi maju dunia. Saya sangat mendukung upaya pemerintah untuk melanjutkan reformasi yang akan menguntungkan seuruh penduduk Indonesia, termasuk menemukan cara untuk mengumpulkan dan membelanjakan pendapatan dengan lebih baik untuk membiayai pembangunan," kata Kim dalam siaran tertulis, Senin (24/7).

Editor : Eben E. Siadari

Back to Home