Loading...
EKONOMI
Penulis: Prasasta Widiadi 10:28 WIB | Minggu, 30 Agustus 2015

Presiden Harus Berantas Mafia Sembako dan Atasi Pelemahan Rupiah

Ilustrasi. Dua pedagang daging sapi di Pasar Blok A, Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, Selasa (11/8) memilih tidur di lapaknya dalam rangka mogok berjualan. (Foto: Dedy Istanto)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Presiden Joko Widodo diharapkan melakukan langkah konkrit dalam pembenahan perekonomian dalam negeri yang diakibatkan pelemahan nilai rupiah, yakni dengan memberantas mafia sembilan bahan pokok (sembako), karena perekonomian Indonesia memperihatinkan terdampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar.

"Misalnya, lakukan secara serius pemberantasan mafia sembako dan tingkatkan daya beli masyarakat menengah ke bawah dengan memberikan insentif," kata pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta Ubedilah Badrun di Jakarta, Sabtu (29/8).

Pada saat yang bersamaan, perlu juga dilakukan konsolidasi elit politik di dalam koalisi pemerintah agar solid, selain itu penting agar pemerintah mendapat kepercayaan publik.

Menurut Ubedilah, setiap perubahan dan dinamika ekonomi, terutama yang mendapat pemberitaan yang luas, akan memberi pengaruh pada pandangan publik terhadap pemerintah.

"Jika pandangan publik terhadap pemerintah negatif, maka sikap manisfest-nya adalah ketidakpercayaan terhadap pemerintah," kata dia.

Ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah biasanya disebabkan oleh kebijakan pemerintah atau perilaku elit politik yang memperparah keadaan ekonomi. Perilaku yang dapat mengurangi kepercayaan publik antara lain adalah ketidakjelasan arah kebijakan ekonomi, tidak adanya kepemimpinan ekonomi dan kinerja elitpolitik pemerintah yang tidak berbasis kapasitas dan profesionalitas. (Ant).

Ikuti berita kami di Facebook

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home