Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 10:03 WIB | Kamis, 06 Desember 2018

Protes Anti Kenaikan Pajak BBM Semakin Meluas di Prancis

Demonstran "rompi kuning" memblokir akses ke sebuah depot BBM di kota Le Mans, Prancis barat, Rabu (5/12). (Foto: VOA)

PRANCIS, SATUHARAPAN.COM - Aksi protes di seluruh pelosok Prancis terhadap Presiden Emmanuel Macron menjadi lebih besar hari Rabu, (5/12) setelah serikat-serikat dagang dan petani bertekad untuk bergabung dalam unjuk rasa itu, dan tidak terkesan oleh berbagai uluran tangan pemerintah yang hendak membendung momentum demonstrasi paling brutal yang terjadi di Prancis dalam satu dasawarsa.

Protes “rompi kuning'' dimulai karena rencana pemerintah menaikkan pajak BBM, tetapi ketika Perdana Menteri Edouard Philippe mengalah setelah tiga minggu kekerasan itu dan menangguhkan dan rencana tersebut hari Selasa, para demonstran menuntut lebih banyak lagi.

Banyak pekerja di Prancis marah atas kombinasi upah rendah, pajak dan pengangguran tinggi yang membuat banyak orang mengalami kesulitan finansial.

Popularitas Macron merosot ke titik terendah yang baru, sejak demonstrasi pertama berlangsung 17 November lalu. Mantan bankir investasi, yang telah mendorong reformasi ekonomi pro-bisnis untuk membuat Prancis lebih kompetitif secara global itu, dituduh sebagai "presiden orang kaya"' dan menjadi terasing dari kelas pekerja.

Prancis Tunda Kenaikan Pajak BBM

Pemerintah Prancis memutuskan untuk menangguhkan kenaikan pajak BBM dan biaya listrik, gas dan air hari Selasa (4/12), namun tidak memuaskan para pemrotes, yang menyebut keputusan itu hanya sebuah “langkah pertama" dan mereka bertekad untuk terus berjuang pasca huru-huru-hara besar-besaran di Paris akhir pekan lalu.

Dalam sebuah perubahan besar bagi pemerintah Prancis, Perdana Menteri Edouard Philippe mengumumkan dalam pidato siaran televisi secara langsung, bahwa kenaikan pajak yang rencananya diterapkan pada bulan Januari akan ditunda sampai musim panas.

Perubahan yang dilakukan oleh pemerintahan Presiden Emmanuel Macron itu tampaknya dirancang untuk menenangkan rakyat, tiga hari setelah kerusuhan terburuk di ruas-ruas jalan-jalan kota Paris dalam beberapa dasawarsa.

"Tidak ada pajak apapun yang bernilai dengan menempatkan kesatuan bangsa dalam bahaya," kata Philippe, hanya tiga minggu setelah ia bersikeras bahwa pemerintah tidak akan mengubah arah dalam tekadnya untuk mengurangi ketergantungan konsumen Prancis pada BBM fosil yang menyebabkan polusi.

Namun demonstrasi terus berlanjut di seluruh pelosok negara itu Selasa. Banyak lagi aksi Protes diduga akan akan terjadi dilakukan lebih banyak lagi )pada akhir pekan ini di Paris.(VOA)

 

 

Editor : Melki Pangaribuan

Back to Home