Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 16:19 WIB | Sabtu, 14 September 2019

PUPR dan TNI Pelihara 11 Situ dan Sungai di Jabodetabek

Kerja sama Kementerian PUPR dan TNI dalam pemeliharaan 11 situ dan sungai di Jabodetabek, ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Kementerian PUPR yang diwakili Kepala BBWS Ciliwung Cisadane Bambang Hidayah dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono di Kantor BBWS Ciliwung Cisadane, Jakarta, Kamis (12/9). (Foto: pu.go.id)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, kembali bekerja sama dengan Kodam Jaya TNI dalam pemeliharaan rutin situ dan sungai di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek).

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Kementerian PUPR yang diwakili Kepala BBWS Ciliwung Cisadane Bambang Hidayah dengan Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono di Kantor BBWS Ciliwung Cisadane, Jakarta, Kamis (12/9).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dalam memaksimalkan fungsi sungai dan situ sebagai pengendalian banjir dan tampungan air, tidak bisa dilakukan melalui upaya struktural atau pembangunan fisik saja, melainkan juga kegiatan nonstruktural seperti kampanye penyadaran masyarakat, tata ruang, peraturan zonasi,dan pembuatan berbagai sumur resapan di lingkungan rumah masing-masing.

Kerja sama pemeliharaan sungai dan situ dilakukan terhadap enam sungai dan lima situ, yakni,  Sungai Mookervart, Sungai Ciliwung, Sungai Pesanggrahan, Sungai Bekasi, Sungai Blencong,  Sungai Cikeas, dan Situ Sidomukti, Situ Rawa Lumbu, Situ Pasir Gadung, Situ Parigi, serta Situ Leungsir.

Kepala BBWS Ciliwung Cisadane Bambang Hidayah mengatakan, dari 11 situ dan sungai tersebut, beberapa di antaranya telah mengalami pendangkalan akibat sendimen maupun penumpukan sampah yang dibuang secara liar oleh masyarakat. Selain itu juga terjadi pengurangan daya tampung pada alur sungai akibat penyempitan karena adanya bangunan di bantaran sungai.

“Tantangannya adalah terjadinya alih fungsi situ menjadi perumahan atau lahan industri. Ini yang harus dicegah dan ditertibkan melalui kerja sama ini. Target kita tentunya sungai dan situ dapat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Bambang.

Bambang berharap, dengan dilakukannya kerja sama ini dapat mengembalikan fungsi situ dan sungai sebagai pengendali banjir, menambah kapasitas tampungan, menjadikan situ sebagai tempat rekreasi, serta menambah tingkat resapan air tanah, sehingga masyarakat sekitar situ tidak kekurangan air tanah saat musim kering.

“Kita ingin situ dikembalikan ke semula sesuai dengan fungsinya. Jadi program ini tidak hanya mengedepankan kuantitas tetapi juga kualitas,” katanya.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono mengatakan, kegiatan pemeliharaan situ dan sungai akan dilakukan melalui pendekatan secara persuasif kepada masyarakat, serta menggandeng lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan komunitas.

“Nantinya kita tidak saja melakukan perbaikan kualitas, tetapi juga mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah ke situ dan sungai. Kita berharap bahwa situ selain untuk konservasi air, juga dilakukan penataan lahan untuk tempat rekreasi,” kata Eko Margiyono.

Ruang lingkup kerja sama yakni, penggalian sedimen menggunakan ekskavator serta pembuatan dan pemasangan papan imbauan dan larangan. Jangka waktu pelaksanaan selama 90 hari kalender, dimulai sejak 12 September hingga 10 Desember 2019. (pu.go.id)

 

 

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home