Google+
Loading...
INDONESIA
Penulis: Reporter Satuharapan 16:21 WIB | Jumat, 10 Agustus 2018

RI Terbuka Terima Bantuan Asing, Jokowi Tunda ke Lombok

Presiden Jokowi saat mengukuhkan anggota DPP dan Dewan Pertimbangan Pusat LVRI Masa Bakti 2017-2022, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/8). (Foto: Humas/Jay/Setkab).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, bahwa pemerintah terbuka atas keinginan sejumlah Non Government Organization (NGO) asing untuk memberikan bantuan dalam menangani dampak yang ditimbulkan akibat gempa berkuakatan 7,0 Skala Richter (SR) yang mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (5/8) malam lalu, karena masyarakat di sana memang memerlukan.

Namun demikian, Presiden menegaskan, bahwa kita sendiri juga masih mampu mengatasi itu. Dalam arti, lanjut Presuden, misalnya membangun kembali rumah-rumah yang rusak akibat guncangan gempa tersebut.

“Kita terbuka menerima bantuan-bantuan itu memang karena juga masyarakat di sana memang memerlukan. Tapi kita sendiri juga masih mampu mengatasi itu,” kata Presiden Jokowi usai mengukuhkan anggota Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pertimbangan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Masa Bakti 2017-2022, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/8) siang.

Kepala Negara menjelaskan, sebenarnya ingin segera mengunjungi korban gempa di Pulau Lombok itu. Namun, Kepala Negara mengaku disarankan ke sananya mungkin hari Minggu, Senin, atau Selasa.

“Kira-kira itu. Jadi masih, ya, masih, masih melihat suasana di sana karena ini setiap hari hampir selalu ada gempa yang gempanya bukan gempa kecil. Kemarin baru saja 6,2, sebelumnya juga ada 6,5,ya begitu,” ungkap Presiden Jokowi.

Sebelumnya Presiden Jokowi merencanakan mengunjungi korban gempa Lombok usai mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Presiden di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Jumat (10/8) siang ini.

Gempa berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR) yang mengguncang Pulau Lombok itu, sejauh ini telah mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia, ratusan lainnya dirawat di rumat sakit, dan ratusan rumah rusak berat. (Setkab)

 

 

Editor : Melki Pangaribuan

Back to Home