Loading...
INDONESIA
Penulis: Reporter Satuharapan 17:29 WIB | Kamis, 04 Oktober 2018

RI Terima Bantuan Dari Empat Negara untuk Palu Sulteng

Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) usai menerima kunjungan kehormatan Deputi Perdana Menteri dan Menlu Selandia Baru Winston Peters di Istana Wakil Presiden Jakarta, Kamis (4/10/2018). (Foto: Fransiska Ninditya/Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ucapan terima kasih kepada Chief Executive Afghanistan Dr. Abdullah Abdullah, yang telah menyampaikan simpati kepada para korban bencana di Sulawesi Tengah.

“Kemarin saya baru saja dari Palu (Sulteng), dan kerja keras terus dilakukan untuk membantu korban dan keluarga, dan membantu mereka untuk memulai hidup normal kembali,” kata Presiden Jokowi saat menerima Kunjungan Kehormatan Chief ExecutiveAfghanistan, Dr. Abdullah Abdullah, di Istana Merdeka, Kamis (4/10) siang.

Bagi Presiden Jokowi, pertemuannya dengan Chief ExecutiveAfghanistan, Dr. Abdullah Abdullah, itu merupakan yang pertama setelah kunjungannya ke Kabul, Afghanistan, Januari lalu.

Menurut Presiden Jokowi, sampai dengan hari Rabu (3/10) kemarin, korban meninggal akibat gempa bumi dan tsunami yang menerjang sejumlah daerah di Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (28/9) lalu, telah mencapai 1.300 orang.

Terkait jumlah korban yang diperkirakan masih akan bertambah, Presiden Jokowi dalam kunjungannya ke Palu, Rabu (3/10), telah memerintahkan untuk terus melakukan evakuasi korban.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno W. Marsudi dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung.

Bantuan Empat Negara

Pemerintah Indonesia hingga, Kamis, tercatat telah menerima donasi dari empat negara asing untuk penanganan tanggap darurat pascagempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.

Bantuan yang berupa pesawat angkut, genset dan alat pengasapan tersebut telah dikirimkan dari masing-masing pemerintah Singapura, India, Australia, Selandia Baru, dan Qatar.

Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden Jakarta, Kamis, memanggil Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk membahas terkait penerimaan bantuan internasional tersebut.

"(Kita) tidak meminta, tetapi kita membuka kesempatan, kalau negara-negara asing ingin membantu ya terima kasih. Dan mereka banyak sekali 'response'-nya. Hari ini masuk (antara lain) dari Jepang, masuk dari 'New Zealand', masuk dari India," kata Wapres Jusuf Kalla sebelum memulai rapat di Istana Wapres Jakarta, Kamis.

Sementara itu, Menlu Retno Marsudi mengatakan keempat negara tersebut telah mendapatkan izin untuk memasuki wilayah Indonesia bersama dengan bantuan pesawat dan alat-alat untuk tanggap darurat di Palu, Sulawesi Tengah.

Selain itu, masih ada dua negara lagi yang sudah mengajukan izin masuk ke Indonesia untuk membawa bantuan yaitu Jepang dan Amerika Serikat.

"Di Kemlu sudah ada 'clearance' cepat berdasarkan 'online'; sehingga pemberian izin 'clearance' bagi pesawat bisa dilakukan secara 'online'. Jadi, data saya mengatakan begitu dan ada beberapa yang dalam proses misalnya dari Jepang dan dari US Air Force itu juga dalam proses," jelas Retno.

Bantuan pesawat angkut yang diberikan Singapura berupa dua unit pesawat Hercules C-130, sementara dari India berupa pesawat Hercules C-130j dan Boeing C-17 Globemaster.

"Jenis bantuan (asing) untuk 'emergency' yang diperlukan ini adalah mengacu dari apa yang sudah disampaikan Pak Menko (Polhukam). Misalnya, untuk transportasi udara, maka pesawat C-130 itu yang diperlukan," ujar Menlu.

Deputi Perdana Menteri dan Menlu Selandia Baru Winston Peters di tempat yang sama mengatakan bantuan dari negaranya telah diberangkatkan dan dijadwalkan tiba di Bandar Udara Halim Perdanakusuma Kamis petang pukul 18.00 WIB.(Setkab/Antara)

 

Editor : Melki Pangaribuan


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home