Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Prasasta Widiadi 08:44 WIB | Rabu, 14 Desember 2016

Santri Harus Mendapat Pemahaman Islam Moderat

Wakil Presiden (Wapres), Jusuf Kalla (kanan) saat meresmikan Halaqah Ulama ASEAN 2016, pada hari Selasa (13/12), di salah satu hotel di Bogor, Jawa Barat. (Foto: kemenag.go.id)

BOGOR, SATUHARAPAN.COM – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengharapkan para ulama pengasuh pondok pesantren memberi pemahaman Islam moderat  kepada para santrinya.

Wapres menyatakan hal tersebut saat menjadi pembicara di Halaqah Ulama ASEAN 2016, pada hari Selasa (13/12), di salah satu hotel di Bogor, Jawa Barat.

Agenda tersebut diprakarsai Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Pendidikan Agama dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.  

Kegiatan yang akan berlangsung sampai 15 Desember mendatang ini diikuti 120 peserta yang berasal dari utusan pesantren di beberapa negara ASEAN. Selain itu, halaqah juga diikuti ulama, akademisi perguruan tinggi keagamaan, DPR, perwakilan mahasiswa asing di Indonesia, serta tokoh masyarakat yang terkait dengan Pendidikan Agama dan Keagamaan.

Jusuf Kalla menyoroti konflik antaragama di berbagai belahan dunia yang akhir-akhir ini terjadi. Dia bersyukur hal tersebut tidak terjadi di ASEAN. "Sejarah masuknya Islam di ASEAN khususnya Indonesia tidak melalui jalan kekerasan, tapi melalui cara yang damai," kata dia.  

Halaqah Ulama ASEAN 2016 ini mengangkat tema "Mengembangkan Islam Moderat Melalui Jaringan Pesantren". Sesuai temanya, Wapres berharap dari halaqah ini akan terbangun jaringan dan kerjasama antar pesantren di negara ASEAN untuk bersama-sama menjaga moderasi. Menurutnya, Asia Tenggara harus menjadi bagian umat yang menjaga agar tidak terjadi radikalisasi.

Wapres juga berterima kasih kepada para ulama pengasuh ponpes yang dengan gigih mengasuh para santri. Tak lupa, Dia berpesan agar pengelolaan pesantren senantiasa lebih modern dan jangan hanya terpaku pada sejarah. Pendidikan harus lebih terdahulu dari zamannya, dia menambahkan, ilmu yang diberikan harus tetap cocok untuk sepuluh tahun lagi. (kemenag.go.id)

Editor : Eben E. Siadari

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home