Loading...
DUNIA
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 11:25 WIB | Minggu, 31 Agustus 2014

Serangan udara AS ke NIIS Terus Dilancarkan

Pasukan NIIS. (Foto: AFP)

WASHINGTON, SATUHARAPAN.COM - Pesawat tempur dan pesawat tak berawak (drone) Amerika Serikat (AS) terus menyerang militan Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS/IS) di dekat Bendungan Mosul Iraq, demikian Komando Pusat AS dalam satu pernyataan yang diterbitkan di situs resminya.

"Pasukan militer AS terus menyerang pejuang ISIS dalam mendukung operasi pasukan keamanan Irak, menggunakan pesawat tempur dan pesawat yang dikemudikan jarak jauh untuk melakukan lima serangan udara di sekitar Bendungan Mosul," kata pernyataan yang dikeluarkan Sabtu (30/8).

Serangkaian serangan udara AS itu menghancurkan satu kendaraan bersenjata, posisi pertempuran dan senjata serta menyebabkan kerusakan signifikan pada satu bangunan.

Menurut pernyataan itu, secara total Komando Pusat AS telah melakukan serangan udara di Irak sebanyak 115 kali.

Kelompok pemberontak Negara Islam, juga dikenal sebagai ISIS atau ISIL, telah memerangi pemerintah Suriah sejak 2012.

Pada 2014, militan melancarkan serangan di Irak utara dan barat.  Pada 29 Juni, kelompok tersebut memproklamasikan berdirinya negara Islam di wilayah yang telah jatuh di bawah kendalinya.

Presiden AS Barack Obama pada 7 Agustus lalu mengesahkan serangan udara terhadap sasaran di ISIS di Irak "yang pertama sejak penarikan pasukan AS akhir tahun 2011".

Ia juga menyetujui bantuan kemanusiaan ke warga Yazidi, yang sedang menghadapi aksi pemusnahan etnis (genosida).

Kuasai Pesawat Tempur

Sementara NIIS mengatakan di Twitter, mereka memaksa pilot Suriah yang ditahan agar melatih militannya untuk mencuri pesawat, CNN Arab melaporkan pada hari Sabtu. 
 
Para pilot itu  mereka culik ketika NIIS menguasai pangkalan udara militer Tabqa di provinsi Raqqa. 
 
NIIS merebut pangkalan udara awal bulan ini. Lapangan terbang utama, pesawat tempur, helikopter, tank dan artileri lainnya beserta amunisi, mereka kuasai, menurut beberapa laporan media. 
 
Sebuah penyelidikan PBB menemukan bahwa pasukan NIIS melancarkan kampanye untuk menanamkan rasa takut, dengan mengancam amputasi, eksekusi publik dan cambuk di bagian utara Suriah -basis mereka. (AFP)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home