Google+
Loading...
INSPIRASI
Penulis: Caliadi 16:59 WIB | Rabu, 02 September 2020

Setetes Darah untuk Kehidupan

Ilustrasi. Donor darah. (Foto: Thomson Medical)

SATUHARAPAN.COM - Yathapi puppharasimha, kayira malagune bahu. Evam jatena maccena, kattabbam kusalam bahum. Seperti rangkaian bunga yang terdiri dari kumpulan bunga-bunga. Begitulah hendaknya kebajikan-kebajikan dilakukan orang sepanjang hidupnya.(Dhammapada, 53)

Donor darah sudah mulai banyak dilakukan oleh masyarakat. Banyak hal yang dapat diperoleh melalui kegiatan donor darah. Apabila seseorang telah secara rutin melakukan donor darah, maka secara tidak langsung telah mendapatkan fasilitas pemeriksaan darah secara gratis. Pemeriksaan atas darah yang didonorkan adalah suatu keharusan untuk memastikan bahwa darah yang didonorkan tersebut baik dan sehat.

Tata kelola donor darah di Indonesia dilakukan tersentral oleh Palang Merah Indonesia (PMI). Dalam berbagai kesempatan kita sering mendengar sebuah berita bahwa persediaan darah di PMI semakin menipis. Hal itu patut mendapat perhatian dari kita semua, di mana dalam beberapa waktu terjadi kebutuhan akan darah masih belum seimbang dengan jumlah pemerolehan darah. Apabila kondisi ini terjadi maka upaya pengobatan terhadap seseorang yang memerlukan tambahan darah menjadi terhambat, yang kadang kala menjadikan nyawa pasien tidak tertolong. Untuk itu, dalam rangka menyediakan darah bagi masyarakat, PMI melakukan kegiatan donor darah dengan melibatkan masyarakat luas termasuk di komunitas keagamaan.

Menjadi tugas kita bersama untuk menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat akan arti pentingnya donor darah. Penting bagi kita untuk memberikan kesadaran bahwa memberikan donor darah tidak hanya pada saat ada sanak saudara yang membutuhkan tambahan darah. Namun sesungguhnya memberikan donor darah adalah sesuatu perbuatan yang baik yang bermanfaat bagi kemaslahatan. Melalui donor darah dapat membina hubungan dengan sesama, sekaligus sebagai bentuk perbuatan baik dengan beramal,  berkorban baik materi maupun non-materi.

Dalam ajaran Buddha, perbuatan luhur tersebut dikenal dengan dana paramita. Perbuatan luhur tentang berkorban baik materi maupun non-materi, diberikan kepada teman dan keluarga, kepada yang membutuhkan, yang miskin, yang menderita, dan yang tidak berdaya. Tingkatan berdana materi dan non materi yang tinggi dikenal dengan Atidana dan yang tertinggi dikenal dengan Mahatidana. 

Mahatidana merupakan pengorbanan dana yang tertinggi, di mana perbuatan luhur yang tergolong dalam Mahatidana ini merupakan pemberian berupa anggota tubuh. Anggota tubuh tersebut mencakup daging, darah, organ mata ataupun organi tubuh lainnya. Kesediaan untuk memberikan pengorbanan yang besar itu merupakan wujud dari pencurahan cinta kasih dan kasih sayang kepada sesama (metta dan karuna).

Memahami bahwa donor darah adalah sebuah perbuatan untuk menolong sesama yang memang sedang membutuhkan transfusi darah untuk proses penyembuhan baik untuk tindakan operasi bedah ataupun tindakan medis lainnya, maka donor darah menjadi sangat penting dilakukan. Donor darah adalah perbuatan terpuji sebagaimana kita sadari bahwa perbuatan baik dan terpuji kepada orang lain yang dilandasi dengan niat yang ikhlas dan tidak membeda-bedakan merupakan ciri masyarakat Indonesia yang ramah dan peduli kepada sesama.

Guru Agung Buddha mengajarkan bahwa perbuatan baik kepada orang lain tidak hanya bermanfaat bagi penerima namun juga bermanfaat bagi pemberi. Manfaat terbesar yang diperoleh pemberi adalah latihan melepaskan kemelekatan untuk meraih kebahagiaan. Pada saat melakukan perbuatan baik yang dilandasi niat yang tulus ikhlas itulah pemberi akan merasakan kebahagiaan. 

Karena itu, bayangkanlah bahwa pada saat memberikan donor darah bagaikan kita sedang memberikan energi positif berbuat baik kepada orang lain, kemudian energi positif itu meluas sehingga semua orang kemudian berlomba-lomba untuk berbuat baik mendonorkan darahnya. Apabila setiap orang mau mendonorkan darahnya maka tentu semua orang akan mendapatkan kebahagiaan, kenyamanan, dan saling menghargai antar pribadi masing-masing.

Hal penting yang perlu dilakukan adalah menyadari bahwa perbuatan mendonorkan darah itu harus benar-benar bebas dari semua kepentingan apalagi kebanggaan pribadi, apa yang dilakukan harus bebas dari ikatan, tanpa batas dan tanpa perbedaan. Donor darah yang dilakukan adalah untuk membantu semua makhluk yang membutuhkan pertolongan, karena kita telah memiliki kesadaran bahwa setetes darah yang kita berikan akan sangat bermanfaat bagi kehidupan penerima donor darah dari kita.

Selamat mendonorkan darah, semoga semua makhuk hidup bahagia. (Kemenag)

 

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home