Loading...
DUNIA
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 07:34 WIB | Senin, 18 Agustus 2014

Suriah Serang ISIS di Raqa

Tentara pemerintah Suriah bernyanyi saat mereka berkumpul di sebuah rumah di Mleiha, pinggiran ibu kota Damaskus pada 15 Agustus 2014 dalam foto yang diambil saat tur oleh pihak pemerintah. Pasukan pemerintah berhasil merebut kota penting di tenggara ibu kota pada 14 Agustus 2014, setelah berbulan-bulan pertarungan melawan pemberontak, menurut sumber militer dan televisi resmi Suriah. (Foto: AFP)

BEIRUT, SATUHARAPAN.COM - Setidaknya 31 militan jihad Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS/IS) dan delapan warga sipil meninggal dalam serangan angkatan udara Suriah di provinsi utara Raqa, Minggu (17/8), kata satu kelompok pemantau.

Angkatan udara melakukan 16 penggerebekan di kota Raqa, Suriah dan beberapa lagi di kota Tabqa di Provinsi Raqa, membunuh sedikitnya 31 militan ISIS dan delapan warga sipil, kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Kepala Kelompok yang berbasis di Inggris, Rami Abdel Rahman, itu mengatakan serangan-serangan rezim "yang paling intensif" terhadap ISIS sejak militan itu bergabung dalam konflik lebih dari tiga tahun di Suriah pada musim semi 2013.

ISIS telah menguasai sebagian besar provinsi Raqa sejak Februari, setelah menggulingkan kelompok pemberontak lainnya yang berjuang untuk menggulingkan rezim Presiden Bashar al-Assad.

Observatorium mengatakan rezim Suriah juga melakukan serangan udara di provinsi timur Deir Ezzor, Akhtarin dan Dabeq di provinsi Aleppo, dua kota utara yang disita ISIS dari pemberontak pada Rabu.

Militer Suriah telah mengubah penanganan terhadap ISIS sejak kelompok jihad itu pada Juni menyatakan "khalifah" mengangkangi Suriah dan tetangganya Irak, dimana kelompok telah ditargetkan oleh serangan udara AS selama sepekan terakhir.

"Rezim ingin menunjukkan kepada Amerika bahwa ia juga mampu menyerang ISIS," kata Abdel Rahman, yang kelompoknya mengandalkan informasi dari aktivis oposisi dan petugas medis di lapangan.

"Rezim menyerang ISIS di mana dia cukup kuat. Di daerah-daerah dimana kelompok itu dihadapkan dengan pemberontak, tidak campur tangan sehingga dua musuh melemah satu sama lain," katanya.

"Tetapi setelah salah satu pihak mengambil kesempatan, menyerang," kata Abdel Rahman.

Sejak bergabung dengan konflik Suriah, ISIS juga telah menguasai sebagian besar Deir Ezzor, provinsi lain di perbatasan Irak, dan menyebarkan teror karena memaksakan sendiri interpretasi hukum Islam yang ketat dengan hukuman seperti pemenggalan kepala.(AFP)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home