Loading...
RELIGI
Penulis: Dewasasri M Wardani 08:42 WIB | Senin, 18 Mei 2015

Survei: Warga Amerika yang Memeluk Agama Menurun

Pendeta humanis, Bart Campolo, tengah, mantan pendeta pemuda Kristen Injili, dan istrinya, Marty, kanan, berbaur dengan para siswa selagi menunggu dimulainya forum di University of Southern California, 28 Januari 2015, di Los Angeles. (Foto: voaindonesia.com/AP)

AMERIKA SERIKAT, SATUHARAPAN.COM - Survei baru, mengenai kehidupan beragama di Amerika Serikat menunjukkan pergeseran dalam jumlah orang yang mengaku sebagai pemeluk Kristen dan mereka yang memilih tidak memeluk agama apapun.

Dalam laporannya, America's Changing Religious Landscape Pew Research Center menyebutkan, AS masih merupakan negara dengan pemeluk Kristen terbanyak di dunia, lebih dari 70 persen orang dewasa, atau 173 juta orang Amerika, mengidentifikasi diri mereka sebagai pengikut Yesus Kristus.

Namun, angka tersebut turun drastis sejak 2007, di mana lebih dari 78 persen orang dewasa, atau 178 juta orang Amerika, menyebut diri mereka Kristen. Pada periode yang sama, jumlah orang yang menyebut diri mereka sebagai atheis, agnostik (seseorang yang tidak yakin atau tidak peduli dengan keberadaan Tuhan) atau tidak memiliki agama tertentu meningkat dari 16 persen menjadi hampir 23 persen.

Jumlah warga Amerika yang tidak terafiliasi dengan keyakinan agama apapun, kelompok yang disebut oleh para peneliti sebagai nones, tersebar di segala rentang umur, ras, gender dan tingkat pendapatan, tapi khususnya berasal dari kalangan orang dewasa muda.

Di antara keyakinan Kristen khusus, Katolik Roma mengalami penurunan ranking terbesar, turun dari 54 juta anggota pada tahun 2007 menjadi 51 juta tahun lalu, sementara jumlah pemeluk Protestan turun dari 51 persen menjadi 46 persen di periode yang sama.

Sementara itu, survei tersebut mendapati keberagaman yang meningkat pada populasi keagamaan AS, dengan keyakinan non-Kristen meningkat dari hampir 5 persen pada tahun 2007 menjadi hampir 6 persen pada tahun 2014, khususnya di antara Muslim dan pemeluk Hindu, walaupun jumlah keseluruhannya masih tetap kecil. Secara garis besar, komunitas Kristen AS lebih beragam dalam ras dan etnis, karena berkembangnya populasi Hispanik di Amerika.

Survei itu menunjukkan, pernikahan antar agama juga meningkat dari 19 persen dari jumlah mereka yang menikah sebelum tahun 1960, menjadi hampir 40 persen yang menikah sejak tahun 2010.

Wawancara yang dilakukan dengan lebih dari 35.000 orang antara Juni dan September tahun lalu,  menjadi dasar dari temuan survei yang dilakukan oleh Pew Research Center ini. (voaindonesia.com)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home