Loading...
FOTO
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 09:15 WIB | Selasa, 17 Februari 2015

Tahun Kambing Kayu Momentum Turunkan Kegaduhan Politik

Tahun Kambing Kayu Momentum Turunkan Kegaduhan Politik
Perajin menyelesaikan pembuatan kerajinan souvenir berbahan clay tepung bertema imlek di Salatiga, Jawa Tengah, Senin (16/2). Menurut perajin, menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2566 permintaan suvenir imlek mengalami peningkatan 15 persen dari hari biasanya, yang dijual dengan harga Rp 12.000 hingga Rp. 200.000 tergantung dengan jenis dan ukutannya. (Foto-foto: Antara)
Tahun Kambing Kayu Momentum Turunkan Kegaduhan Politik
Seorang pria membersihkan rupang dewa dewi di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hong San Ko Tee atau Kelenteng Cokro Surabaya, Sabtu (14/2). Sejumlah umat Khonghucu melakukan pembersihan kelenteng berserta rupang dewa dewi, menjelang peringatan Tahun Baru Imlek 2566 yang jatuh pada 19 Februari 2015.
Tahun Kambing Kayu Momentum Turunkan Kegaduhan Politik
Pelaku sejarah warga keturunan Tionghoa di Aceh, Aguan, menuliskan tahun baru imlek dalam bahasa Tiongkok pada lonceng tua berusia sekitar 100 tahun di Vihara Budha Dharma Bhakti, Banda Aceh, Sabtu (14/2). Aguan menjelaskan lonceng berdiameter 30 cm dengan panjang 40 cm berusia sekitar 100 tahun tersebut, dibunyikan pada kegiatan pembakaran dupa pergantiaan tahun perayaan imlek.
Tahun Kambing Kayu Momentum Turunkan Kegaduhan Politik
Tim Barongsai Golden Dragon binaan Hakka Aceh memeriahkan penyambutan tahun baru imlek 2566 di sekolah Methodist, Kuta Alam, Banda Aceh, Sabtu (14/2). Meski Aceh merupakan daerah yang memberlakukan hukum syariat dalam kehidupan sehari-hari namum aktivitas warga Tionghoa merayakan pergantian tahun baru Cina pada 19 Februari mendatang berlangsung damai.
Tahun Kambing Kayu Momentum Turunkan Kegaduhan Politik
Pembuat Kue Keranjang, Acuan (55) menata tumpukan kaleng cetakan berisi adonan Kue Keranjang yang terbuat dari beras ketan dan gula pasir, di kediamannya di Jalan Veteran Pontianak, Kalbar, Jumat (13/2). Kue Keranjang untuk perayaan Imlek yang dijual seharga Rp 22 ribu per kilogram dan diproduksi oleh usaha rumahan Tan Ngen Cuang sejak 42 tahun lalu tersebut, didistribusikan di Kota Pontianak serta beberapa kabupaten di Kalbar.
Tahun Kambing Kayu Momentum Turunkan Kegaduhan Politik
Pengurus Vihara melakukan ritual cuci Rupang atau cuci patung di Vihara Kwan In Thang, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (13/2). Sebanyak seratus lebih patung Dewi Kwan Im yang ada di Vihara tersebut dilakukan ritual pencucian yang dilakukan sepekan sebelum datangnya Imlek atau Tahun Baru China.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Tahun Kambing Kayu 2015 hendaknya menjadi momentum bagi Bangsa Indonesia untuk menurunkan kegaduhan politik dan kembali kepada hakikat politik kebangsaan yang mampu membawa kebersamaan demi kehidupan rakyat yang lebih baik, kata Wasekjen PKB Daniel Johan.

"Kambing adalah tanda kedelapan dalam zodiak shio yang menggambarkan solidaritas, harmoni, dan ketenangan," kata Daniel di Jakarta, Senin (16/2), menyambut Imlek 2566.

Dalam konteks berbangsa dan bernegara, kata Daniel, momentum pergantian tahun baru Imlek ini perlu dimanfaatkan untuk mengevaluasi kehidupan politik di Tanah Air yang tampak begitu ruwet dan melelahkan bagi rakyat kebanyakan.

Ia mengatakan, politik sesungguhnya merupakan arena terhormat untuk memperjuangkan kepentingan rakyat dengan tujuan tercapainya Indonesia yang sejahtera, cerdas, adil, dan makmur. Politik merupakan ruang ekspresi yang penuh keberadaban dengan penghargaan terhadap perbedaan pendapat.

Dalam politik, lanjut dia, ruang sosial untuk saling bekerja sama dan menghargai mendapatkan tempat yang terhormat. Namun, sejak Pilpres hingga hari ini keberadaan politik tampak begitu suram, kegaduhan politik demikian menyita energi bangsa ini, mulai dari Pilpres, UU MD3, UU Pilkada, Perppu, penunjukan menteri, pemilihan pimpinan DPR dan MPR, hingga hebohnya penggantian Kepala Polri.

"Saatnya bagi kita untuk kembali pada hakikat politik kebangsaan yang bisa diperas dalam empat kata: dari, oleh, untuk rakyat," kata anggota Komisi IV DPR dari daerah pemilihan Kalimantan Barat ini.

Menurut Daniel, kekuasaan politik harus ditujukan untuk mengabdi pada kepentingan rakyat banyak, menegakkan kebenaran dan keadilan, serta melindungi negeri ini dari berbagai kerusakan. Semua itu bisa terwujud bila ada gotong royong semua kekuatan politik untuk kebaikan bangsa ini.

"Kekuasaan adalah bersifat publik. Ia harus dijalankan secara beretika dengan semangat gotong royong. Melibatkan berbagai kelompok dan golongan bukan semata-mata untuk berbagi kekuasaan, tapi berbagi peran dan tanggung jawab," tuturnya.

Dikatakannya, sejak era reformasi, bangsa Indonesia telah mampu melewati tiga pemilihan presiden langsung dengan mulus. "Hal ini tentu merupakan modal dan kekuatan untuk selalu optimis bahwa kita bisa mencapai apa yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa," tegas Daniel.

Pada kesempatan itu, Daniel atas nama PKB menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek 2015 kepada warga negara Indonesia yang merayakan.

"Selamat tahun baru Imlek 2015, `Xin Nian Kuai Le`, `Gong Xi Fat Chai` kepada seluruh saudara-saudara yang merayakan. Semoga peribadatan untuk menyambut tahun baru Imlek yang dilakukan di kelenteng, vihara, dan gereja dapat berlangsung aman dan hikmat. Semoga Imlek 2566 membawa berkah untuk rakyat dan bangsa," ujar Daniel. (Ant)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home