Loading...
DUNIA
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 08:39 WIB | Senin, 15 September 2014

Target AS untuk Netralkan Ancaman ISIS

Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz al-Saud (kanan) berbicara dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry sebelum pertemuan di Royal Palace pada 11 September 2014 di Jeddah, Arab Saudi. Kerry dan para mitra regionalnya memulai pembicaraan pada hari ini di Arab Saudi untuk membentuk koalisi guna mendukung operasi militer Amerika terhadap ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). (Foto: AFP)

WASHINGTON, SATUHARAPAN.COM - Keberhasilan misi Amerika Serikat melawan militan Islamic State (ISIS) akan dicapai ketika kelompok tersebut tidak lagi menimbulkan ancaman terhadap AS dan sekutunya di Timur Tengah, kata seorang pejabat tinggi AS pada Minggu (14/9).

Kepala Staf Gedung Putih Denis McDonough mengalibrasi janji Presiden Barack Obama untuk “melemahkan dan akhirnya menghancurkan” kelompok militan tersebut, dengan menjabarkan tujuan AS dalam wawancaranya di acara ‘Meet the Press’ yang ditayangkn NBC.

“Kesuksesan terlihat ketika ISIL tidak lagi mengancam teman-teman kami di kawasan tersebut, tidak lagi mengancam Amerika Serikat,” ujarnya, menggunakan akronim lain untuk kelompok tersebut yang telah merebut kawasan di Suriah dan Irak utara.

“ISIL yang tidak dapat mengumpulkan pengikut, atau mengancam warga Muslim di Suriah, Iran, Irak atau kawasan lainnya. Dan itulah apa yang disebut dengan sukses.”

Sumpah Obama dalam pidatonya pada 10 September mengumumkan peningkatan misi udara AS melawan para militan telah menarik respons skeptis, dengan para kritikus menekankan bahwa bahkan Al Qaeda pun yang diperangi AS selama 13 tahun terakhir belum hancur.

Partai Demokrat khawatir bahwa tindakan radikal untuk mencapai tujuan AS akan menyeret Amerika Serikat kembali ke dalam perang di Timur Tengah, sementara partai Republik mengiritik presiden karena belum mengambil tindakan cukup jauh setelah mengesampingkan opsi untuk mengerahkan tentara AS.

“Ini jelas upaya yang rumit,” kata McDonough. “Dan itulah kenapa presiden bergerak dengan sangat hati-hati dan sangat bijaksana.” (Ant)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home