Loading...
SAINS
Penulis: Sotyati 11:31 WIB | Kamis, 28 April 2016

Tim Robotika UGM Borong Juara KRI Regional III

Robot Alfan dari Tim Robot Universitas Gadjah Mada Yogyakarta meraih medali emas pada Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) di ajang Kontes Robot Indonesia (KRI) Regional III se-Jawa Tengah dan DIY, 23 April 2016, sekaligus meraih predikat the Best Artistic. (Foto: ugm.ac.id)

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Tim robotika Universitas Gadjah Mada (UGM) memborong gelar juara Kontes Robot Indonesia (KRI) Regional III pada Sabtu, 23 April lalu. Dalam kontes robot se-Jawa Tengah dan DIY itu UGM berhasil meraih dua medali emas dan satu medali perunggu.

Medali emas pertama dipersembahkan robot Alfalah yang berlaga di Kontes Robot Pemadam Api Beroda Indonesia (KRPAI Beroda). Medali emas kedua diraih robot Alfan dari Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) sekaligus meraih predikat the Best Artistic. Medali perunggu diraih robot Alfarobi dari Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI).

Pada kategori Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Robot Spy UGM, mendapatkan juara harapan 1. Dengan demikian, Spy UGM berkesempatan maju ke Kontes Robot Tingkat Nasional di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) pada 1-4 Juni 2016.

KRI Regional III diikuti sekitar 90 tim robotika dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Jawa Tengah dan DIY. Kontes robot ini mempertandingkan lima kategori lomba, yaitu Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) Beroda, Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) Berkaki, Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), serta Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI).

“Robot Alfalah yang berkompetisi dalam KRPAI Beroda berhasil mengungguli robot lainnya dengan berhasil mencari dan memadamkan sejumlah titik api serta menyelamatkan korban dengan cepat,” kata Ketua Pelaksana Gadjah Mada Robotic Team (GMRT), Falanas Farhan, di Kampus UGM, Selasa (26/4).

Robot Alfan yang berlaga di KRSTI, berhasil menjadi juara karena kemampuannya menampilkan tarian topeng betawi dengan luwes. Desain yang menarik mengantarnya menyabet penghargaan The Best Artistic.

“Robot Alfan juga bisa menyuguhkan gerakan mengambil topeng yang berada di belakang kepala robot dan memakai topengnya. Hal ini tidak dilakukan oleh tim robot yang lain sehingga menjadi kelebihan robot UGM,” ujar Farhan, mahasiswa Departemen Teknik Mesin dan Industri ini.

Manajer GMRT, Dr Rahmat Sriwijaya, menyampaikan dalam KRI kali ini UGM mengirimkan lima tim robot untuk berlaga dalam semua kategori yang dipertandingkan.  Ia menilai keberhasilan UGM tersebut berkat kekompakan tim mahasiswa dan dosen, ditambah dukungan kuat dari universitas terutama terkait pendanaan untuk pengadaan komponen dan riset dalam pengembangan robot.

Pada 2013, tim robot UGM berhasil meraih tiga emas dan satu perak dalam Kontes Robot Robogames di San Mateo, Amerika Serikat. Selain itu, juga meraih gelar juara 1 Trinity College Firefighting Home Robot Contest (TCFFHRC) di Amerika Serikat.

Pada tahun 201i dan 2012, tim robot UGM berhasil meraih gelar juara dalam kontes serupa di tingkat dunia. (ugm.ac.id)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home