Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Eben Ezer Siadari 18:54 WIB | Minggu, 14 Desember 2014

Vatikan: Paus Tidak Pernah Mengatakan Hewan Masuk Surga

Seorang perempuan muda menaruh domba di pundak Paus Fransiskus ketika dia mengunjungi pinggiran kota Roma tahun lalu (Foto: independent.co.uk)

ROMA, SATUHARAPAN.COM - Pekan ini media di luar Italia ramai memberitakan bahwa Paus Fransiskus mengatakan hewan ikut masuk Surga dan bahwa di Surga ada tempat bagi hewan. Ramainya pemberitaan ini membuat Tahta Suci cukup banyak mendapat telepon yang mempertanyakan kebenaran berita tersebut.

Untuk meluruskan duduk perkaranya, Deputi Juru Bicara Vatikan, Romo Ciro Benedettini, memberikan keterangan Sabtu (13/12) kemarin. Ia menegaskan bahwa Paus Fransiskus tidak pernah mengatakan hal itu. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa  yang terjadi sesungguhnya adalah kesalahan media dalam mengutip pernyataan Paus Paulus VI, tetapi ditulis sebagai pernyataan Paus yang sekarang atau Paus Fransiskus.

Kekeliruan semakin melebar karena  kesalahan itu dilakukan secara bersama-sama oleh belasan media, termasuk oleh media besar seperti The Washington Post dan The New York Times.

Menurut Benedettini, sebagaimana dilaporkan oleh CNBC, kesalahan awal terjadi oleh media Italia, Corriere della Sera, yang pada  27 November lalu melaporkan pembicaraan Paus Fransiskus kepada  audiens awam sehari sebelumnya, yang membahas topik transformasi seluruh ciptaan ke dalam Surga dan Bumi yang baru.

Namun, ketika menurunkan laporan hasil pertemuan itu dalam tulisan, della Sera  mengutip pernyataan Paus Paulus VI yang berkaitan dengan binatang nmun secara keliru dikatakan bahwa itu merupakan pernyataan Paus Fransiskus.  Pernah suatu ketika  beberapa dekade lalu, tatkala membujuk seorang anak yang kehilangan anjingnya yang telah meninggal, Paus Paulus VI berkata, "Suatu hari nanti kita akan bertemu hewan-hewan kita dalam keabadian Kristus."

Pernyataan Paus Paulus VI ini kemudian dikutip oleh della Serra dan  dikatakan berasal dari Paus Fransiskus.

Hal yang membuat kesalahan semakin parah, ketika della Serra menyajikannya dalam berita, judulnya dipertajam menjadi, Paus dan Binatang, "Surga Terbuka bagi Seluruh Ciptaan." Judul ini kemudian dikutip dan dimodifikasi oleh berbagai media di luar Italia, termasuk di Amerika Serikat. Bahkan media yang fokus pada pemberitaan agama, seperti Religion News Service, ikut mengutipnya. Akibatnya, berita bahwa Paus Fransiskus berkata bahwa hewan ikut masuk Surga, tersebar kemana-mana. Padahal, Paus Fransiskus samasekali tidak pernah mengatakan demikia.

"Ada satu aturan fundamental jurnalisme. Yaitu pemeriksaan berganda atau double check, dan dalam kasus ini hal itu tidak dilakukan," kata Benedettini menyesalkan kekeliruan media.

The New York Times dan The Washington Post telah mengoreksi pemberitaannya dan menyatakan minta maaf. CNN juga demikian.

Meskipun Vatikan membantah bahwa Paus pernah berkata hewan ikut masuk ke Surga,  Benedettini menegaskan bahwa Paus Fransiskus berada dalam harmoni spiritual dengan seluruh ciptaan.

Ia menambahkan, ketika melakukan kunjungan Natal ke pinggiran Roma tahun lalu, Fransiskus dengan senang hati membiarkan seorang perempuan meletakkan domba di pundaknya, sebagai gambaran seorang gembala yang memanggul gembalaannya. Bahkan Paus Fransiskus pernah berkata, seorang imam yang baik harus menghafal bukan hanya nama umatnya, tetapi juga nama anjingnya.

Editor : Eben Ezer Siadari

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home