Loading...
SAINS
Penulis: Reporter Satuharapan 13:33 WIB | Kamis, 26 Desember 2019

Warga Padati Planetarium Jakarta Amati Gerhana Matahari

Warga menggunakan kacamata filter matahari untuk menyaksikan gerhana matahari parsial di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (26/12) (Foto: Antara/Prisca Triferna)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Ratusan pengunjung memadati Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, untuk mengamati gerhana matahari yang dilakukan Planetarium dan Observatorium Jakarta. Pengamatan dimulai pukul 10.48, namun cuaca berawan membuat observasi warga terkendala.

“Saya dari pagi di sini, karena tahu dari media sosial kalau Planetarium TIM bikin acara pengamatan gerhana,” ujar Putri, pelajar asal Jakarta Timur yang datang bersama keluarganya ketika ditemui di TIM, Jakarta Pusat, pada Kamis (26/12/2019) siang.

Pada 26 Desember 2019, Indonesia dapat menyaksikan gerhana matahari cincin dengan titik terbaik di Kabupaten Siak di Riau, dan Kota Singkawang di Kalimantan Barat.

Selain Siak dan Singkawang, pengamatan juga dapat dilakukan di Padang Sidempuan dan Sibolga di Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan utara, dan Kalimantan Timur.

Untuk di Jakarta dan daerah-daerah lain di Jawa, gerhana matahari yang dapat dilihat adalah parsial atau sebagian. Hal itu dikarenakan Jakarta merupakan wilayah yang dilewati penumbra atau bayangan kabur yang terjadi pada saat gerhana, menurut ahli astronomi Planetarium dan Observatorium Jakarta (POJ) Widya Sawitar, dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Kamis.

“Pada gerhana matahari cincin, perpanjangan proyeksi dari antumbra, perpanjangan proyeksi umbra atau bayangan utama, dimana bulan tepat berada di depan matahari tetapi piringannya lebih kecil dan tidak menutupi piring matahari,” kata Widya menjelaskan.

Gerhana matahari cincin saat ini merupakan gerhana kategori Siklus Saros, yaitu gerhana ke-46 dari total 71 kali gerhana.

Dengan permulaan siklus itu terjadi pada 13 Agustus 1208 dan berikutnya terjadi pada 5 Januari 2038. Siklus Saros terakhir, yaitu atau ke-71 akan terjadi pada 25 September 2470, menurut Widya.

Secara global, gerhana matahari cincin tahun ini melewati wilayah Eropa bagian timur, sebagian besar Asia, Australia Barat Daya, Afrika Timur, Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. (Ant)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home