Loading...
INDONESIA
Penulis: Kris Hidayat 12:40 WIB | Jumat, 14 Februari 2014

100 Warga Ngantang Desa Baturetno Malang, Terjebak Erupsi Gunung Kelud

Seorang warga membopong lansia saat evakuasi warga untuk menggungsi akibat Gunung Kelud meletus di Desa Sugihwaras, Ngancar, Kediri, Jawa Timur, Kamis (13/2) malam. (Foto: Antara//Rudi Mulya)

MALANG, SATUHARAPAN.COM - Sedikitnya 100 orang warga Dusun Ngramban, Desa Baturejo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, masih terjebak di wilayah itu dan belum dievakuasi, akibat erupsi Gunung Kelud (1.730 mdpl).

Anggota Karang Taruna Baturejo, Kecamatan Ngantang Patricia Aris Senjayani, Jumat (14/2), mengatakan masih ada sekitar 100 jiwa di daerah itu yang belum dievakuasi dari kawasan tersebut. Desa Baturejo berada sekitar 7 kilometer dari puncak Gunung Kelud.

"Akses jalan dan medan untuk menuju Desa Baturejo, khususnya di RT 157 memang cukup sulit karena jalannya menanjak. Tadi pagi sudah ada truk yang datang, tapi kembali lagi karena tidak mampu naik ke lokasi," ujarnya lokasi pengungsian di GOR Ganesha Kota Batu.

Selain sekitar 100 jiwa yang masih terjebak dan belum dievakuasi, lanjutnya, ada ratusan ekor ternak sapi perah yang juga belum ada tanda-tanda dievakuasi. "Namun kami tidak memikirkan itu, yang terpenting jiwa manusia harus diselamatkan terebih dahulu," kata Aris Senjayani.

Populasi ternak sapi perah di desa tersebut cukup banyak karena hampir 90 persen penduduknya hidup dari beternak.

Lebih lanjut Patricia mengatakan berdasarkan laporan anggota Karang Taruna Baturejo lainnya, di kawasan itu suhu udaranya makin panas. "Kami berharap petugas segera melakukan evakuasi agar mereka bisa terselamatkan," ucapnya.

Sementara itu di GOR Ganesha Kota Batu arus pengungsi dari Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang terus berdatangan yang diangkut dengan sejumlah truk evakuasi.

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso mengatakan Pemkot Batu siap menampung para pengungsi akibat erupsi Gunung Kelud. "Memang tidak bisa seluruhnya kami tampung di Ganesha, tapi ada sejumlah titik yang bisa dijadikan lokasi pengungsian," kata Punjul Santoso.

Untuk fasilitas umum, khususnya air, kata Punjul sudah disiapkan di beberapa titik. Sedangkan bantuan logistik, terutama makanan juga sudah disiapkan, hasil dari bantuan spontan warga Kota Batu dan sekitarnya.

"Logistik makanan untuk hari ini Insya Allah tidak ada masalah, apalagi sekarang sudah mulai mengalir bantuan dari berbagai pihak, baik instansi swasta maupun pemerintah serta perorangan," kata politisi dari PDIP tersebut.

Sementara itu sebagian wilayah di Kota Batu juga nampak gelap akibat guyuran abu vulkanik yang masih terus menyembur dari Gunung Kelud, khususnya di wilayah sekitar Songgoriti dan Selecta. Sedangkan wilayah yang menuju arah Kota Malang tidak terkena dampak debu vulkanik tersebut. (Ant)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home