Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 07:10 WIB | Selasa, 02 Desember 2014

50.000 ''Ghost Soldiers'' di Militer Irak

Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi. (Foto: Ist)

BAGHDAD, SATUHARAPAN.COM - Kantor Perdana Menteri Irak mengumumkan menemukan adanya 50.000 nama fiktif dalam militer Irak yang disebutnya sebagai ghost soldiers. Hal itu menunjukkan adanya korusi yang menyebabkan lemashnya keamanan di negara tersebut.

Pada hari Senin (1/12) Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, juga mengatakan bahwa dia telah memecat 24 pejabat senior kementerian dalam negeri. Sehari sebelumnya dia berjanji untuk memperluas tindakan keras terhadap korupsi di negara yang dilanda krisis itu.

Menurut akun Twitter resmi Abadi yang dikutip Al Arabiya disebutkan bahwa langkah ini bagian dari "upaya untuk mereformasi dan membangun kembali institusi keamanan Irak."

Kantor Abadi mengatakan pada hari Minggu (30/11) bahwa investigasi telah menemukan daftar 50.000 "serdadu hantu" (ghost soldiers) dalam militer Irak dan bersumpah untuk memperluas tindakan keras terhadap korupsi di negeri ini.

"Dalam reformasi terkait pembentukan militer, Perdana Menteri Haidar al-Abadi menemukan adanya 50.000 nama fiktif dalam empat unit militer," kata sebuah pernyataan dari kantor Abadi.

Sementara itu kantor berita AFP melaporkan pernyataan parlemen yang mengatakan bahwa Abadi membatalkan 50.000 pekerjaan, setara dengan hampir empat divisi tentara penuh.

Sejak menjabat pada bulan September, Abadi telah memecat beberapa komandan militer, dan dia ingin memutus korupsi dan patronase yang terjadi di bawah kepemimpinana pendahulunya, Nouri al-Maliki.

"Haidar al-Abadi menetapkan integritas, efisiensi dan keberanian sebagai kriteria untuk menunjuk pimpinan militer  yang baru ... Menjaga proses ini pada militer untuk mencapai semua lembaga negara," kata juru bicara Abadi, Rafid Jaboori pada hari Minggu.

Selama beberapa bulan terakhir, Irak menghadapi aksi militer kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS) yang didukung oleh suku-suku Sunni, dan melihat NIIS sebagai musuh terhadap rezim Syiah yang dipimpin Maliki.

Sejak menjabat perdana menteri, Abadi mengajukan tawaran untuk menyatukan faksi yang berbeda antara Sunni dan Syiah di Irak untuk melawan militan NIIS.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home