Loading...
DUNIA
Penulis: Bayu Probo 10:07 WIB | Selasa, 13 Agustus 2013

Adik Raja Belanda Meninggal

Putri Mabel dikabarkan menemani Pangeran Friso berulang tahun di tempat tidur sehari sebelum meninggal (Foto: Getty Images).

DEN HAAG, SATU HARAPAN —Pangeran Friso van Oranye, adik Raja Belanda, Willem Alexander, Senin (12/8) pagi meninggal dunia. Ia sudah koma selama 18 bulan sejak mengalami kecelakaan ski tahun lalu.

“Pangeran Friso meninggal akibat komplikasi kerusakan otak karena kekurangan oksigen setelah mengalami kecelakaan ski di Lech, Austria,” kata juru bicara istana.

Ia tertimpa longsoran salju dan sempat terkubur selama 15 menit. Waktu itu, ia dan rekan-rekannya sedang meluncur turun melalui lereng pegunungan bukan jalur resmi. Istrinya, Putri Mabel, dikabarkan menemaninya sehari sebelumnya untuk merayakan ulang tahun ke-45 sang pangeran.

Begitu mendengar kabar adiknya meninggal, Raja Willem dan Ratu Maxima segera mempercepat liburan mereka di Yunani.

Penyebab Lengsernya Beatrix

Kabarnya, lengsernya Ratu Belanda, Beatrix, salah satu penyebabnya adalah cedera si anak kedua ini. Pangeran Willem, sesaat sebelum naik takhta, April lalu, sempat mengungkapkan ke khalayak tentang “situasi menyedihkan” yang telah setahun dihadapi. Beatrix, setelah lengser langsung menuju Rumah Sakit Wellington, London, untuk menemani Friso dirawat pasca-kecelakaan. Baru bulan lalu, ia dipindahkan ke istana Den Haag.

Pangeran Friso dikaruniai dua putri, Luana dan Zaria, dari pernikahannya dengan Putri Mabel. Namun, ia melepaskan  haknya ada di urutan suksesi Kerajaan Belanda karena pernikahannya tidak disetujui parlemen. Salah satu syarat keluarga kerajaan mendapat hak waris adalah persetujuan parlemen atas pernikahan mereka. Parlemen curiga Mabel Wisse Smit punya kaitan dengan narapidana narkoba Belanda.

Ketua Yayasan Prince Claus 

Selepas mereka menikah, keluarga ini bermukim di London, kota tempat Friso bekerja pada bank investasi Goldman Sachs. Semasa hidup, Pangeran Friso juga menjabat ketua kehormatan Prince Claus Fund for Culture and Development. Yayasan ini pernah membantu perbaikan Keraton Yogyakarta, pelestarian pusaka-pusaka Sumatra Barat, dan berbagai gereja Indonesia.

Yayasan yang didirikan untuk menghormati suami Putri Beatrix ini juga memberi penghargaan sastra kepada banyak budayawan Indonesia, seperti Slamet Gundono, Ayu Utami, Sardono W. Kusumo, dan sebagainya. Pangeran Friso memimpin yayasan bersama adik bungsunya, Pangeran Constantijn. (www.bbc.co.uk)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home