Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 00:15 WIB | Jumat, 26 Juni 2015

Aksi Kamisan ke-402

Aksi Kamisan ke-402
Aksi Kamisan ke-402 digelar di seberang Istana Negara Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (25/6) dihadiri oleh para korban serta keluarga korban dan aktivis untuk meminta kepada Presiden Joko Widodo menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran hak azasi manusia (HAM) yang terjadi di masa lalu. (Foto-foto: Dedy Istanto).
Aksi Kamisan ke-402
Deretan foto warga sipil yang hilang dan tewas dipasang sebagai salah satu atribut dalam aksi Kamisan yang digelar rutin oleh para korban serta keluarga korban pelanggaran HAM di masa lalu.
Aksi Kamisan ke-402
Salah satu peserta aksi membawa payung hitam sebagai simbol Kamisan yang digelar di seberang Istana Negara, Jakarta Pusat.
Aksi Kamisan ke-402
Seorang warga saat melihat deretan foto para korban hilang dan tewas dalam kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia dalam aksi Kamisan.
Aksi Kamisan ke-402
Maria Catarina Sumarsih (kiri) ibu kandung dari Benardinus Realino Norma yang tewas dalam tragedi Semanggi menggelar aksi Kamisan di seberang Istana Negara, Jakarta Pusat.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Para korban serta keluarga korban pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) menggelar aksi “Kamisan“ ke- 402 di seberang Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (25/6).

Aksi diam dalam menyuarakan penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi di masa lalu diikuti oleh para korban dan keluarga korban serta para aktivis HAM sambil membawa payung hitam sebagai simbol duka.

Kamisan kali ini para korban dan keluarga korban meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk segera menuntaskan kasus pelanggaran HAM masa lampau dengan membentuk pengadilan HAM Ad hoc dan menolak rekonsiliasi bukanlah solusi untuk menyelesaikan berbagai kasus yang terjadi diantaranya peristiwa 1965, Talang Sari – Lampung, serta tragedi Semanggi 1998 dan banyak lagi kasus-kasus lainnya.

Aksi diam Kamisan sebagai simbol perjuangan dan perlawanan atas segala bentuk ketidakadilan. Tidak hanya untuk menyuarakan kasus-kasus pelanggaran HAM yang terjadi di masa lalu, namun juga isu pelanggaran HAM di seluruh Indonesia.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home