Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 09:44 WIB | Kamis, 11 Februari 2021

Apa Yang Dipelajari Tim Ahli WHO di Wuhan, China?

Apa Yang Dipelajari Tim Ahli WHO di Wuhan, China?
Peter Daszak dari WHO pergi dengan mobil melewati deretan personel keamanan di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Hubei setelah kunjungan lapangan di Wuhan di Provinsi Hubei, China pada hari Senin (1/2/2021). (Foto-foto: AP/Ng Han Guan)
Apa Yang Dipelajari Tim Ahli WHO di Wuhan, China?
Seorang pekerja yang mengenakan masker, mengawasi dari dalam rumah sakit di seberang Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Wuhan setelah tim WHO melakukan kunjungan lapangan di Wuhan.
Apa Yang Dipelajari Tim Ahli WHO di Wuhan, China?
Peter Ben Embarek dan Thea Koelsen Fischer dari tim WHO bersiap untuk naik pesawat dari landasan pacu di bandar udara untuk berangkat pada akhir misi WHO di Wuhan, China, hari Rabu (10/2/2021).

 WUHAN, SATUHARAPAN.COM- Tim ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meninggalkan China pada hari Rabu (109/2) setelah mendapatkan beberapa wawasan baru tentang asal-usul pandemi virus corona yang kini telah menewaskan lebih dari 2,3 juta orang di seluruh dunia, tetapi dengan pertanyaan utama masih belum terjawab.

Kunjungan tersebut sensitif secara politis untuk China, yang prihatin tentang tuduhan bahwa wabah tidak ditangani dengan benar pada tahap awal, dan telah diawasi dengan tajam di seluruh dunia.

Anggota tim, Peter Daszak, memberikan nada optimis saat tiba di bandar udara pada akhir perjalanan empat pekan ke kota Wuhan di China bagian tengah, tempat kasus COVID-19 pertama terdeteksi pada Desember 2019.

“Kami memiliki petunjuk yang jelas tentang langkah selanjutnya yang harus diambil,” katanya. “Kami tahu lebih banyak setelah pekerjaan yang dilakukan.”

Kesimpulan utama tim tampaknya mengkonfirmasi apa yang telah diduga oleh sebagian besar peneliti tentang virus tersebut. Kunjungan tersebut tidak pernah diharapkan untuk secara pasti menunjukkan asal mula pandemi, sebuah upaya yang, berdasarkan penelitian lain, bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Berikut teori yang dieksplorasi tim selama kunjungan mereka:

Kelelawar

Misi ke Wuhan tidak mengubah teori utama tentang dari mana virus itu berasal. Para ilmuwan berpikir kelelawar adalah pembawa yang paling mungkin, dan mereka menularkannya ke hewan lain, yang kemudian diteruskan ke manusia.

Meskipun ada kemungkinan lain, kelelawar dapat menginfeksi manusia secara langsung, misalnya, jalur melalui hewan kedua juga tetap menjadi skenario yang paling mungkin, menurut tim WHO dan rekan-rekannya di China. Pertanyaannya adalah binatang apa dan di mana?

Pasar

Pasar Makanan Laut Huanan, yang memiliki kelompok kasus pada awal wabah, telah lama dianggap sebagai tempat yang memungkinkan manusia pertama kali terinfeksi.

Pasar terutama menjual makanan laut beku tetapi juga menjual satwa liar peliharaan. Itu termasuk kelinci, yang diketahui rentan terhadap virus, dan tikus bambu dan musang, yang diduga rentan.

Pada konferensi pers penutupan misi WHO hari Selasa, seorang anggota tim mengatakan beberapa hewan ini telah dilacak ke peternakan atau pedagang di daerah yang menjadi rumah bagi kelelawar yang membawa virus, kerabat terdekat yang diketahui sebagai penyebab COVID-19.

Penemuan itu dapat menempatkan fokus baru pada pasar. Pejabat kesehatan China telah meremehkan peran pasar, mencatat bahwa hanya permukaan di pasar yang dinyatakan positif virus, bukan produk hewani apa pun.

Seorang pejabat China mengatakan pada hari Selasa bahwa tampaknya ada kasus di tempat lain di Wuhan sekitar waktu yang sama dengan kluster pasar, jadi masih mungkin penularan virus dari hewan ke manusia terjadi di tempat lain.

Laboratorium

Kesimpulan dari para ahli China dan internasional adalah bahwa sangat tidak mungkin virus itu bocor dari Institut Virologi Wuhan, sebuah laboratorium dengan banyak koleksi sampel virus. Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan para pejabat di pemerintahannya termasuk di antara mereka yang melontarkan kemungkinan itu, yang memicu penolakan dengan marah dari China. Dan sebagian besar ahli telah lama meragukannya.

Dalam menentukannya, tim tersebut mengatakan bahwa kebocoran semacam itu sangat jarang terjadi dan tidak ada bukti virus itu ada di lab itu atau di lab mana pun di dunia saat pandemi dimulai. Ia juga meninjau protokol keselamatan di institut tersebut, yang membuat tim menyimpulkan "sangat tidak mungkin ada sesuatu yang bisa lolos dari tempat seperti itu," kata pemimpin tim WHO, Peter Ben Embarek.

Rantai Produk Beku

Investigasi bersama membuka kemungkinan bahwa virus bisa menyebar ke manusia melalui produk makanan beku, sedikit mengejutkan karena para ahli asing umumnya mengecilkan risikonya.

Ini adalah teori yang telah dipromosikan secara luas oleh pejabat China, yang telah mendeteksi virus pada kemasan makanan beku impor dan menyimpulkan bahwa virus tersebut bisa saja datang ke China dari luar negeri.

Anggota tim WHO, Marion Koopmans, mencatat bahwa mereka masih belum menjawab pertanyaan dari mana asal virus itu. “Ini bukan rantai beku itu sendiri, itu tidak mungkin,” katanya di bandar udara. Virus itu pasti datang dari suatu tempat.

Data

Misi tersebut dipenuhi oleh pertanyaan tentang seberapa besar kebebasan yang akan diberikan China kepada para peneliti untuk mengunjungi tempat-tempat dan berbicara dengan orang-orang yang mereka inginkan. Pada akhirnya, mereka terlihat puas dengan pengaturannya tersebut, setidaknya dalam komentar publik mereka. Anggota tim, Thea Koelsen Fischer, mengatakan dia tidak bisa melihat data mentah dan harus mengandalkan analisis dari data yang diberikan kepadanya. Tetapi dia berkata bahwa itu dibenarkan di banyak negara. (AP)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home