Loading...
DUNIA
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 19:58 WIB | Senin, 18 Mei 2015

Arab Saudi Jajaki Pembelian Senjata Nuklir dari Pakistan

Sebuah ledakan uji coba nuklir pada April 1954 yang tersimpan di dokumen Departemen Pertahanan Amerika Serikat. (Foto: Reuters)

RIYADH, SATUHARAPAN.COM – Arab Saudi dilaporkan telah mengadakan pembicaraan dengan Pakistan untuk pembelian senjata nuklir di tengah negosiasi nuklir yang sedang berlangsung antara negara-negara maju yang dipimpin Amerika Serikat dengan dan Iran, menurut seorang pejabat senior AS yang berbicara dengan The Sunday Times.

Ketegangan di wilayah ini telah meningkat seiring dengan berlangsungnya negosiasi untuk mencapai kerangka perjanjian antara Amerika Serikat dan kekuatan dunia lainnya dengan Republik Islam Iran. Arab Saudi semakin khawatir dengan dampak dari kesepakatan, yang mungkin akan lebih longgar dan membiarkan Iran lebih leluasa untuk terus mengembangkan senjata pemusnah massal.

Ketegangan dalam hubungan itu jelas ketika Raja Arab Saudi, Salman, tidak hadir dalam pertemuan puncak utama di Washington pekan ini, bersama dengan para pemimpin tiga negara Teluk lainnya.

"Untuk Saudi, saat ini telah tiba waktunya," kata The Sunday Times mengutip seorang mantan pejabat pertahanan AS seperti yang dilansir oleh The Jerusalem Post pada Senin (18/5).

"Sudah lama ada perjanjian yang melibatkan Pakistan dan Istana Saud kini telah membuat keputusan strategis untuk bergerak maju."

Arab Saudi bersikap skeptis terhadap apapun hasil akhir kesepakatan tersebut akan mampu mengekang ambisi Iran dalam mengembangkan nuklirnya. Bahkan dengan keterlibatan Barat dewasa ini, justru dianggap "membuka pintu untuk penyebaran nuklir," kata seorang sumber militer The Sunday Times.

Perjanjian tersebut memungkinkan Iran untuk menyimpan 5.000 sentrifugal pengembangan uranium di Natanz, dan 1.000 sentrifugal fasilitas pengembangan bawah tanah di Fordow.

Menurut seorang pejabat senior Inggris yang juga berbicara dengan The Sunday Times, kepemimpinan militer dari semua negara-negara Barat "menganggap Saudi telah membuat keputusan untuk mengembangkan nuklir."

"Yang paling ditakuti adalah bahwa kekuatan lain Timur Tengah - Turki dan Mesir - mungkin akan terdorong untuk melakukan hal yang sama dan kami akan melihat hal yang lebih baru dan berbahaya, yaitu perlombaan senjata." (jpost.com)

 

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home