Loading...
HAM
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 11:48 WIB | Jumat, 30 Mei 2014

AS Kecam Aksi Rajam Perempuan Pakistan

Farzana Parveen yang sedang hamil tiga bulan, dibunuh dengan dirajam oleh hampir 20 anggota keluarganya sendiri, termasuk ayah dan saudara laki-lakinya di Lahore pada hari Selasa (26/5). (Foto: nbcnews.com/Reuters)

WASHINGTON, SATUHARAPAN.COM - Amerika Serikat mengecam pembunuhan ”keji” terhadap seorang perempuan hamil asal Pakistan yang dirajam hingga meninggal di luar sebuah gedung pengadilan, dan meminta pembunuhnya segera diadili.

“Kami mengecam keras pembunuhan terhadap seorang perempuan di luar Pengadilan Tinggi Lahore pada Selasa,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Jen Psaki, Kamis (39/5).

Farzana Parveen dibunuh dengan dilempari di Lahore oleh puluhan penyerang dengan batu bata, termasuk kakak dan ayahnya, karena menikah tanpa persetujuan keluarga – sementara polisi diam saja.

Yang mengejutkan, suaminya Mohammad Iqbal kemudian mengaku kepada AFP dia membunuh istri pertamanya agar bisa bersama Parveen.

Psaki mengecam “tindakan yang tidak bisa dibenarkan” tersebut terhadap wanita di seluruh dunia, khususnya “kekerasan yang terjadi atas nama tradisi dan kehormatan, hal yang disebut sebagai pembunuhan demi kehormatan.”

Dia menyambut baik pernyataan para pemimpin Pakistan yang mengecam pembunuhan Parveen serta legislasi baru untuk melindungi hak wanita di Pakistan.

“Kami mendorong implementasi penuh untuk hukum seperti itu serta kesadaran publik yang lebih besar mengenai hukum ini, khususnya di pedesaaan dan wilayah pedalaman Pakistan,” tambah Psaki. (AFP)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home