Loading...
RELIGI
Penulis: Sotyati 17:53 WIB | Jumat, 08 November 2013

Atribut Keagamaan akan Dilarang di Quebec

Keberagaman di Quebec, Kanada. (Foto: montrealgazette.com)

MONTREAL, SATUHARAPAN.COM - Montreal (AFP/Antara) - Pemerintah Quebec di Kanada pada Kamis (7/11) meluncurkan piagam sekuler kontroversial yang melarang pekerja sektor publik memakai atribut keagamaan, termasuk jilbab, turban, dan yarmulke (kopiah yang dipakai umat Yahudi).

Piagam itu menetapkan secara ketat aturan berpakaian baru bagi guru, dokter, petugas kepolisian, pekerja penitipan anak, birokrat, dan pekerja sektor publik lainnya, serta memberi panduan untuk menangani permintaan pengecualian.

Rancangan undang-undang itu menuntut orang-orang di pemerintahan agar “wajah mereka terbuka lebar”.

Menteri yang bertanggung jawab atas isu tersebut, Bernard Drainville, mengatakan harapannya pada pembukaan piagam itu langkah tersebut dapat menyatukan rakyat Quebec.

“Kami yakin piagam ini akan menjadi sumber keselarasan dan kesatuan di Quebec dan akan memungkinkan kita menjadi lebih dekat sebagai warga negara dan mengenal satu sama lain lebih baik lagi,”katanya.(AFP/Ant)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home