Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 11:04 WIB | Senin, 07 Februari 2022

Banjir Terjadi di Pekalongan dan Sulawesi Selatan

Banjir Terjadi di Pekalongan dan Sulawesi Selatan
Banjir yang terjadi di wilayah Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, mengakibatkan 105 warga mengungsi ke tempat aman. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (5/2). (Foto: BPBD Kota Pekalongan)
Banjir Terjadi di Pekalongan dan Sulawesi Selatan
Banjir merendam lima desa di Kecamatan Pasemah Air Keruh, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatra Selatan. (Foto: BPBD Kabupaten Empat Lawang)

PEKALONGAN, SATUHARAPAN.COM-Banjir terjadi di wilayah Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, mengakibatkan 105 warga mengungsi ke tempat aman. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (5/2) malam (5/2).

Warga yang mengungsi merupakan penduduk Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan. Mereka mengungsi di dua titik aman, yaitu sebanyak 86 jiwa di TPQ Al Hikmah, sedangkan sisanya di aula kelurahan.

Menurut laporan BPBD Kota Pekalongan, banjir terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan kota pada Sabtu malam sehingga debit air sungai setempat meluap.

Hingga Minggu (6/2) di wilayah terdampak masih terjadi hujan dengan intensitas ringan. Petugas BPBD masih bersiaga untuk mengantisipasi potensi banjir susulan.

Kota Pekalongan termasuk wilayah dengan potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Menurut kajian inaRISK, sebanyak empat kecamatan berada pada wilayah dengan potensi bahaya tersebut.

Banjir di Sulawesi Selatan

Banjir juga terjadi di lima desa di Kecamatan Pasemah Air Keruh, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatra Selatan. Banjir dengan tinggi muka air (TMA) 20 - 100 sentimeter itu terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah Kabupaten Empat Lawang pada Sabtu (5/2) malam.

Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Empat Lawang, banjir masih menggenangi wilayah terdampak. Lima desa tersebut adalah Desa Padanggelai, Desa Muara Rungga, Desa Padang Bindu, Desa Muara Sindang dan Desa Nanjungan.

Hasil pendataan sementara, banjir tersebut menyebabkan 1.093 KK terdampak. Tidak ada laporan warga yang terluka akibat peristiwa ini. Sedangkan dampak kerugian material, BPBD setempat mencatat rumah terendam sebanyak 1.078 unit, satu unit fasilitas rumah ibadah rusak serta aset warga yang berupa 244 hektare lahan pertanian ikut terdampak.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Provinsi Sumatra Selatan yang berpotensi terjadi hujan lebat disertai petir/kilat dan angin kencang hingga Selasa (8/2).

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home