Loading...
INDONESIA
Penulis: Prasasta Widiadi 06:16 WIB | Kamis, 18 Juni 2015

Bappenas: Perencanaan Mitigasi Bencana Jadi Prioritas

Ilustrasi: Gedung Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, di Taman Suropati, Jakarta. (Foto: Dok. satuharapan.com/ Prasasta Widiadi).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Deputi Bidang Sumber Daya Alam Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Endah Murniningtyas mengatakan pembangunan penanganan risiko bencana akan lebih awal disusun pada program mitigasi daripada adaptasi.

"Adaptasi disusun belakangan daripada mitigasi, itu untuk kesejahteraan," kata Endah ketika menjadi pembicara dalam seminar terkait penanganan risiko bencana di Jakarta, Rabu (17/6).

Ia menjelaskan adaptasi bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat terhadap dampak-dampak yang timbul akibat bencana.

"Lingkungan seimbang tetap menjadi prioritas utama," tutur Endah. Menurut dia, hal itu sudah masuk dalam salah satu agenda pembangunan nasional saat ini.

Hal serupa juga dilakukan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dalam hal terkait penanggulangan bencana.

Sebelumnya, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional telah menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Bencana dalam proses mitigasi dan penanggulangan pascabencana alam dengan memberikan fasilitas penyimpanan alat berat.

"Saat bencana alam terjadi, alat berat kan harus menempuh medan yang sulit untuk menuju lokasi bencana. Entah ini berlebihan atau tidak, kami ingin menyiapkan sentra-sentra BNPB untuk menyimpan alat berat," kata Menteri ATR/Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan.

Ferry mengatakan pihaknya akan menyiapkan titik-titik lokasi penyimpanan alat berat sesuai dengan peta kerawanan bencana yang dia miliki.

"Kami jadi bagian yang support (mendukung), kami siapkan tugas-tugas BNPB. Kami juga bersedia membuat memorandum of understanding sebagai tindak lanjut hal ini," tuturnya.

Ferry menuturkan bencana alam bukanlah sesuatu yang harus ditutupi dan dianggap tidak berbahaya. Bencana alam merupakan bagian dari kehidupan yang menjadi tanggung jawab bersama baik masyarakat maupun pemerintah.

"Kami ingin mencoba berperan dalam hal ini, maka kami menyusun tata ruang bencana sehingga kita mampu meminimalisasi dampak (bencana) yang ada," kata Ferry. (Ant)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home