Loading...
EKONOMI
Penulis: Bob H. Simbolon 15:49 WIB | Selasa, 25 Oktober 2016

Beppenas Akan Evaluasi Program Keluarga Harapan

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menko PMK Puan Maharani (kanan), Mensos Khofifah Indar Parawansa (kedua kiri) dan Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris (kiri) bersiap memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (10/3). Pemerintah menargetkan pendistribusian Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Program Keluarga Harapan akan selesai pada bulan April 2016 menyusul akan dilakukan verifikasi dan validasi lanjutan terhadap calon penerima. (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan akan terus mengevaluasi Program Keluarga Harapan (PKH) yang dianggap ampuh menurunkan tingkat kemiskinan.

"PKH akan selalu kami evaluasi. Secara intenasional, program yang dianggap ampuh adalah dengan memperkuat bantuan tunai bersyarat kepada rumah tangga (RT) paling miskin," kata Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Jakarta, pada hari Selasa (25/10).

Menurut Bambang, dalam kelompok masyarakat miskin, ada kelompok masyarakat yang mudah keluar masuk garis kemiskinan. Sementara itu, masyarakat yang paling miskin relatif lebih sulit untuk keluar dari garis kemiskinan karena tingkat kemiskinannya lebih dalam.

"Kami ingin setiap rumah tangga yang memenuhi syarat (menerima bantuan) misalnya dapat sekolah penuh waktu, ibu mengandung diperiksakan reguler ke puskesmas, sehingga kami harapkan akan membaik dari kemiskinan paling dalam menjadi mendekati garis kemiskinan. Kami harap dengan KIP (Kartu Indonesia Pintar) dan KIS (Kartu Indonesia Sehat), mereka bisa keluar dari golongan paling miskin," kata dia.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, penduduk miskin per Maret 2016 sebesar 10,86 persen dari total populasi, atau sebanyak 28,01 juta orang.

Angka kemiskinan turun dibandingkan Maret 2015 yang mencapai 11,22 persen, atau sebanyak 28,59 juta orang. Dibandingkan September 2015, juga terjadi penurunan. Angka kemiskinan September 2015, yaitu 11,13 persen atau 28,51 juta orang.

Sementara itu, indeks rasio gini Indonesia atau tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk di Indonesia per September 2015 mencapai 0,40. Rasio gini tersebut, turun 0,01 poin dibandingkan dengan Maret 2015 sebesar 0,41. 

Dalam sepuluh tahun terakhir, rasio gini meningkat dari 0,33 persen menjadi 0,41 persen. (Ant)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home