Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 15:15 WIB | Sabtu, 26 November 2016

BKPM Paparkan Kebijakan Ekonomi RI ke 450 Pengusaha Jepang

Kepala BKPM Thomas Lembong (kiri) bersama CEO SMBC Takeshi Kunibe usai penandatanganan kerjasama di Tokyo, Jepang, hari Kamis (24/11). (Foto: Dok. BKPM)

TOKYO, SATUHARAPAN.COM - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong aktif menyampaikan implementasi paket kebijakan ekonomi pemerintah dihadapan 450 pengusaha Jepang yang hadir dalam kegiatan penandatanganan nota kesepahaman BKPM dengan SMBC (Sumitomo Mitsui Banking Corporation) di Tokyo, hari Kamis (24/11).

Tom menyampaikan, implementasi paket kebijakan ekonomi dilakukan pemerintah untuk mengupayakan keterbukaan dan peningkatan daya saing sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

“Paket kebijakan ekonomi seperti percepatan pelayanan perizinan mengenai deregulasi, perpajakan hingga tenaga kerja bertujuan untuk meningkatkan daya saing bangsa,” kata Tom dalam keterangan tertulis, hari Jumat (25/11).

Upaya untuk melakukan diseminasi informasi terkait implementasi paket kebijakan ekonomi terus dilakukan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal dengan memanfaatkan berbagai forum yang ada. Salah satu saluran dari penyampaian tersebut adalah pertemuan dengan investor asing yang dilakukan dalam kunjungan Kepala BKPM ke luar negeri maupun dalam berbagai kesempatan dalam acara di Indonesia.

Menurut Tom, nota kesepahaman yang ditandatangani dengan SMBC tersebut bertujuan mengoptimalkan kerjasama BKPM dengan perbankan asing terutama dalam hal promosi investasi.

“Perjanjian tersebut diharapkan meningkatkan upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan realisasi investasi terutama dari Jepang,” lanjutnya.

Penandatanganan tersebut dilakukan antara Kepala BKPM Thomas Lembong dengan President/CEO SMBC Takeshi Kunibe disaksikan oleh jajaran manajemen SMBC, pejabat kantor perwakilan BKPM di Tokyo serta perwakilan KBRI Tokyo.

SMBC merupakan bank terbesar nomor dua di Jepang dilihat dari besarnya aset dan memiliki jaringan dan klien bisnis yang memiliki investasi di seluruh dunia, utamanya di Indonesia.

Dari data BKPM realisasi investasi dari Jepang periode Januari-September 2016 mencapai  US$ 4,4 miliar terdiri dari 2.122 proyek. Posisi tersebut menempatkan Jepang berada dalam posisi kedua teratas dari daftar peringkat negara sumber investasi yang masuk ke Indonesia di bawah Singapura yang memimpin dengan jumlah investasi mencapai  US$ 7,12 miliar.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home