Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 15:45 WIB | Selasa, 16 Februari 2016

BMKG: Ada Empat Tanda Bakal Muncul Tsunami

Ilustrasi tsunami di jepang 2011. (Foto: youtube.com)

KUPANG, SATUHARAPAN.COM – Pelaksana Tugas Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Klas I Kupang Ikhsan mengatakan, masyarakat perlu tahu empat tanda suatu daerah akan mengalami tsunami yang dapat menimbulkan korban jiwa.

"Ada empat cara yang dapat membantu masyarakat mengetahui akan terjadi tsunami, sehingga masyarakat khususnya di pesisir pantai bisa segera mengungsi," katanya di Kupang, Selasa (16/2).

Keempat tanda-tanda awal datangnya bencana tsunami adalah, pertama diawali dengan gempa bumi yang kekuatannya di atas tujuh skala Richter.

Tanda-tanda kedua, yakni pusat gempanya terjadi di bawah laut atau yang lokasinya berada di dekat laut atau juga di lautan. Kemudian yang ketiga yakni gempanya berada di bawah laut dan jaraknya mencapai 60 kilometer.

"Lalu yang keempat yakni mengalami deformasi vertikal, yang membuat permukaan laut lebih tinggi dari daratan," katanya.

Oleh karena itu, ia mengharapkan agar masyarakat di NTT untuk mewaspadai dampak dari gempa yang guncangannya diatas dari tujuh skala Richter, apalagi NTT sendiri merupakan daerah yang rawan gempa, “ katanya.

Disamping tanda-tanda yang Ikhsan sebutkan di atas, ada beberapa tanda lain yang lebih memudahkan masyarakat di pesisir pantai, yakni dengan cara melihat air laut yang tiba-tiba surut sangat jauh dan banyak ikan yang mati.

"Kalau air laut turun dan banyak ikan yang mati, diharapkan masyarakat jangan buru-buru ke laut untuk memilih ikan.

Karena pada saat itu, tidak lama kemudian akan ada tsunami yang besar," katanya.

Disamping itu, masyarakat juga diminta untuk mewaspadai gelombang pertama, yang walaupun kecil akan sangat berbahaya bagi gelombang-gelombang berikutnya.

"Biasanya alam juga memberikan tanda-tandanya, seperti cuaca yang ekstrim serta perilaku hewan-hewan dialam yang tiba-tiba berubah," katanya.

Peringatan BMKG, disampaikan terkait intensitas gempa bumi yang dari petengahan tahun 2015 sampai 2016, aktivitas gempa di NTT semakin mengalami peningkatan, dari awalnya hanya sekali gempa, saat ini hampir semua wilayah di NTT sudah terkena gempa dengan skala guncangan yang kecil. (Ant)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home