Loading...
DUNIA
Penulis: Eben Ezer Siadari 12:00 WIB | Jumat, 05 Desember 2014

BUMN Qatar Kukuhkan Cengkeraman di Bisnis Strategis Inggris

Harrods, London (Foto: pommietravels.com)

LONDON, SATUHARAPAN.COM – Bisnis Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Qatar kian menggurita di Inggris. Yang paling mutakhir, mereka mengajukan penawaran pamungkas untuk membeli kepemilikan Canary Wharf di London sebesar 2,6 miliar pound atau sekitar Rp 50 triliun.

Qatar Investment Authority (QIA) dan grup Brookfield Property Partners Amerika Serikat mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menaikkan tawaran untuk Songbird, sebuah perusahaan properti yang menguasai 69 persen kepemilikan Canary Wharf Group (CWG).

Tawaran tunai itu mencapai sebesar 350 sen Inggris per saham, dibandingkan dengan tawaran sebelumnya sebesar 295 sen per saham atau 2,2 miliar pound (sekitar Rp 42,4 triliun) yang ditolak bulan lalu.

Songbird belum menanggapi penawaran tersebut.

“QIA dan Brookfield... yakin bahwa harga penawaran akhir untuk Songbird sudah tepat, berdasarkan pandangan mereka terhadap nilai fundamental aset Songbird yang ada,” demikiant kedua belah pihak dalam sebuah pernyataan.

Mereka menambahkan bahwa mereka “ingin menghindari perdebatan yang berlarut-larut mengenai nilai dan meminimalkan ketidakpastian untuk pengelolaan CWG.”

CWG adalah perusahaan properti berkantor pusat di London. Dalam 10 tahun terakhir perusahaan ini membangun gedung perkantoran terbanyak di London. Kelompok usaha ini memiliki sekitar 7,9 juta kaki persegi properti di London, yang nilainya diperkirakan mencapai 4,9 miliar euro.

Bila berhasil, akuisisi QIA atas CWG makin mengukuhkan penguasaan Qatar di berbagai bisnis strategis Inggris. QIA saat ini merupakan pemilik pusat perbelanjaan Harrods dan gedung pencakar langit Shard, keduanya di di London.

QIA juga adalah salah satu pemegang saham lembaga keuangan Barclay's dengan kepemilikan 12,7 persen. Sementara di perusahaan Sainsbury’s, QIA merupakan pemegang saham mayoritas.

Pada bulan Februari lalu, QIA mengakuisisi kantor pusat Credit Suisse di London. QIA menguasai 6 persen saham Credit Suisse dan memiliki saham di Apeldoorn, pemegang saham mayoritas Canary Wharf Group.

Selain di Inggris, kiprah BUMN Qatar ini sudah meluas kemana-mana, termasuk dengan menguasai 17 persen saham Volkswagen Group, perusahaan otomotif Jerman.

Di bisnis film, QIA bersama dengan Colony Capital mengakuisisi Miramax dan Disney.

Akhir 2012 lalu, Qatar Sports Investments (QSI), anak usaha QIA, menyelesaikan akuisisi klub sepak bola Prancis, Paris Saint-Germany.FC (P.S.G.), dengan hargat US$ 130 juta.

Presiden P.S.G, Nasser Al Khelaifi merupakan direktur Al Jazeera Sports, perusahaan televisi Qatar yang mengelola beIN Sport, saluran televisi Prancis.

Tahun lalu Qatar Holding anak usaha QIA, mengumumkan akan menanam modal US$ 5 miliar pada proyek petrokimia di Malaysia dalam tiga sampai empat tahun. Investasi itu dimaksudkan membantu Malaysia bersaing dengan Singapura menjadi pusat petrokimia di kawasan.

Sementara di India, QIA berencana berinvestasi US$200 miliar di bidang properti melalui Kotak Realty Fund.

Oktober lalu QIA menandatangani perjanjian dengan CITIC Group Corp untuk mendirikan lembaga dana dengan modal US$10 miliar untuk menggarap peluang bisnis di kawasan China. (AFP/Ant/berbagai sumber)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home