Loading...
EKONOMI
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 13:37 WIB | Senin, 21 Oktober 2013

Buruh Ancam Gelar Mogok Nasional

Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat) yang diusung Buruh pada demo lalu. Buruh menuntut mendapat jaminan kesehaatan, menaikkan upah 50 persen dan hapuskan sistem outsourcing, Rabu (31/7). (Foto : Dedy Istanto).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Para buruh seluruh Indonesia akan menggelar aksi mogok nasional selama tiga hari pada 28 sampai 30 Oktober 2013.

"Mogok nasional adalah jalan terakhir dari kaum buruh sebagai sebuah protes terhadap kebijakan negara yang tidak pro terhadap buruh," kata Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) M Rusdi di Jakarta, Senin (21/10).

Rusdi mengatakan, mogok nasional yang dilakukan para buruh tersebut menuntut kenaikan upah 50 persen, implementasi jaminan kesehatan untuk seluruh rakyat Indonesia dan menghapuskan outsourcing.

Menurut Rusdi, selama ini berbagai upaya sudah dilakukan para buruh untuk menuntut hak mereka mulai dari aksi unjukrasa, mogok kerja dan saat ini juga dilakukan dialog kebangsaan.

Namun berbagai aksi buruh tersebut tidak juga dipenuhi oleh pemerintah. Sebelumnya upah buruh telah dinaikkan 20 persen tapi kenaikan tersebut tidak sebanding dengan tingkat inflasi.

"Saat BBM naik tidak ada subsidi untuk buruh tapi ketika gejolak ekonomi sedikit saja dan mempengaruhi para pengusaha pemerintah langsung bertindak," katanya.

Salah satu upaya lainnya yang dilakukan para buruh adalah menggelar dialog kebangsaan yang diperkirakan dihadiri 20.000 kaum buruh, petani dan guru berlangsung di Istora Senayan pada Senin (21/10).

"Dialog ini salah satu upaya bahwa buruh juga bisa berdialog, ayolah pemerintah kita berdialog. Tapi kalau dialog ini juga tidak digubris maka jalan terakhir adalah mogok nasional," tambahnya.

Mogok nasional tersebut akan berlangsung sampai tuntutan para buruh dipenuhi. (Ant)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home