Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 13:29 WIB | Senin, 14 Desember 2015

COP21: 195 Negara Sepakat Batasi Kenaikan Suhu Global di Bawah 2 Celsius

COP21: 195 Negara Sepakat Batasi Kenaikan Suhu Global di Bawah 2 Celsius
Ban Ki-moon, Sekretaris Jenderal PBB (kedua dari kiri); Christiana Figueres (kiri), Sekretaris Eksekutif Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC); Laurent Fabius (kedua kanan), Menteri Luar Negeri Prancis dan Presiden Konferensi Perubahan Iklim PBB di Paris (COP21) dan Francois Hollande (kanan), Presiden Prancis berfoto setelah adopsi bersejarah Perjanjian Paris tentang Perubahan Iklim yang digelar di Paris, Prancis, Sabtu (12/12) (Foto: UN Photo/ Mark Garten)
COP21: 195 Negara Sepakat Batasi Kenaikan Suhu Global di Bawah 2 Celsius
Ban Ki-moon , Sekjen PBB(kedua dari kiri); Christiana Figueres (kiri), Sekretaris Eksekutif Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC); Laurent Fabius (kedua kanan), Menteri Luar Negeri Prancis dan Presiden Konferensi Perubahan Iklim PBB di Paris (COP21) dan Francois Hollande (kanan), Presiden Perancis berfotosetelah adopsi bersejarah Perjanjian Paris tentang Perubahan Iklim (Foto: UN Photo/ Mark Garten)
COP21: 195 Negara Sepakat Batasi Kenaikan Suhu Global di Bawah 2 Celsius
Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, membuat pernyataan pada upacara penutupan Konferensi Perubahan Iklim PBB di Paris, Prancis (COP21), yang berlangsung mulai 30 November hingga 11 Desember (Foto: UN Photo/ Mark Garten)
COP21: 195 Negara Sepakat Batasi Kenaikan Suhu Global di Bawah 2 Celsius
Komite Paris tegah melakukan presentasi draft hasil kesepakatan Paris di Konferensi Perubahan Iklim PBB di Paris (COP21). Konferensi tahun ini adalah sesi ke-21 dari Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) (Foto: UN Photo/ Mark Garten)

PARIS, SATUHARAPAN.COM – Perjanjian Paris hasil Convention on Climate Change (COP21) setuju menahan kenaikan suhu global di bawah dua derajat celcius untuk mengurangi emisi dunia.

Hasil pertemuan yang digelar selama dua minggu dan berakhir pada hari Sabtu (12/12), menghasilkan sejumlah poin atas dasar negosiasi dengan persetujuan penting untuk mengurangi perubahan iklim dunia, diantaranya pengurangan emisi, membuat sistem transparansi secara global dalam aksi iklim, penguatan kemampuan untuk negara-negara dalam menangani dampak iklim terkait kerugian dan kerusakan, serta penguatan untuk memulihkan dari dampak iklim, termasuk memikirkan pendanaan bagi negara-negara untuk membangun masa depan.

Pertama kalinya 195 negara pada Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tentang perubahan iklim menjamin untuk mengekang dan mengambil tindakan dalam rangka memperkuat ketahanan iklim. Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, melalui akun twitternya mengatakan “Perjanjian Paris adalah kemenangan monumental bagi seluruh manusia di planet ini mengikuti adopsi perjanjian sebelumnya untuk kemajuan dalam mengakhiri kemiskinan, peperangan dan penguatan untuk memastikan kehidupan yang bermartabat serta memiliki peluang yang sama untuk semua”.

Semua negara telah sepakat menahan kenaikan suhu global di bawah dua derajat celcius serta menyadari konsekuensi risikonya. Selanjutnya mekanisme review juga didisetujui, dimana setiap lima tahun, mulai tahun 2018 rencananya secara teratur akan meninjau apa yang dibutuhkan sejalan  dengan ilmu pengetahuan. Pemerintah telah sepakat mengikat aturan itu dan secara transparan berjalan untuk memastikan semua negara berdasarkan kesepakatan bersama, kata Ban Ki-moon. (un.org)

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home