Loading...
RELIGI
Penulis: Prasasta Widiadi 10:01 WIB | Selasa, 09 Agustus 2016

Dewan Gereja Sebut Serangan RS Pakistan Tidak Manusiawi

Serangan ledakan di rumah sakit di Quetta, Paksitan sejauh ini mengakibatkan 70 orang meningal dunia. (Foto: bbc.co.uk)

SATUHARAPAN.COM – Dewan Gereja Dunia (DGD) menyebut serangan bom yang menghancurkan sebuah Rumah Sakit di Quetta, Pakistan pada hari Senin (8/9) sebagai serangan yang tidak manusiawi.

Melalui situs resmi World Council of Churches (WCC), oikoumene.org, serangan yang terjadi di kota yang terletak 954 km dari Islamabad tersebut mengakibatkan sedikitnya 70 orang meninggal dan ratusan menderita luka.

Direktur Urusan Internasional, DGW, Peter Prove mengemukakan WCC adalah tindakan yang tercela. “Sengaja menyerang orang berkumpul di rumah sakit saat sedang berduka adalah tindakan yang tidak manusiawi,” kata Prove.

Tindakan terorisme tersebut dinilai Prove merupakan bentuk  kebangkrutan moral yang direncanakan. Prove mengimbau banyak doa dan dukungan bagi keluarga dan masyarakat yang terkena dampak aksi terorisme tersebut, dan doa untuk rakyat dan bangsa Pakistan.

Menurut bbc.com, serangan di sebuah rumah sakit tersebut tampaknya telah ditargetkan, berdasar keterangan pejabat senior kepolisian Pakistan, Zahoor Ahmed serangan tersebut terjadi mengakibatkan puluhan orang terluka dalam ledakan.

Pejabat kepolisian lainnya, Afzal Khan, mengatakan puluhan pengacara dan wartawan berada di rumah sakit tersebut ketika bom meledak.

Ledakan terjadi ketika jenazah Presiden Balochistan Bar Association, Bilal Kasi, sedang dibawa ke ruang gawat darurat di rumah sakit tersebut. Sebelumnya, Bilal tewas ditembak di Jalan Mano Jan.

Mantan Presiden Balochistan Bar Association, Baz Muhammad Kakar, terluka dalam serangan itu. Dia kemudian meninggal karena luka-lukanya di rumah sakit.

Polisi mengatakan pria tak dikenal melepaskan tembakan setelah ledakan. Suasana panik merebak di rumah sakit tersebut setelah insiden. Ledakan terjadi di dekat gawat darurat rumah sakit.  (oikoumene.org/bbc.com)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home