Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Reporter Satuharapan 16:43 WIB | Selasa, 18 Maret 2014

Dinas Kebersihan Jaksel Kesulitan Mencari Lahan TPS

Ilustrasi sampah. (Foto: dok.satuharapan)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Terbatasnya tempat pembuangan sampah (TPS) sementara di Jakarta Selatan membuat sejumlah wilayah terlihat kumuh akibat sampah dibuang tidak pada tempatnya. Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Selatan, Zaenal Syarifudin, mengakui wilayahnya kekurangan lahan untuk tempat pembuangan sampah sementara, karena sulitnya mencari lahan untuk dijadikan TPS.

"Yang ideal itu per kelurahan, minimal punya lahan antara 200-300 meter persegi untuk menampung sampah. Namun, belum ada yang memenuhi luas sampai segitu," Zaenal menjelaskan, di Jakarta, Selasa (18/3).

Zaenal mengklaim sejumlah TPS di pinggir jalan seperti di daerah Lenteng Agung dan Cilandak Barat sudah berdasarkan kesepakatan warga, sehingga sebenarnya tidak ada masalah, dengan pengaturan pengangkatan sampah yang baik. "Jadi solusi terbaiknya, TPS lintasan, kami juga sudah mengatur waktu pengangkutan sampah yang harus dilakukan di atas pukul 21.00," katanya.

Saat ini, Zaenal menambahkan, dalam sehari jumlah sampah yang dihasilkan warga Jakarta Selatan di 65 kelurahan sebanyak 1.160 ton. "Kalau dibagi 65, sekitar 17 ton per kelurahan dalam sehari. Memang beberapa wilayah merupakan permukiman padat yang tidak memiliki TPS," Zaenal menerangkan.

Dia mengaku sudah mencoba mencari solusi mengenai pengajuan pembuatan TPS ke Dinas Kebersihan DKI Jakarta, yakni lewat pembebasan lahan terkait pembangunan TPS. Namun, selain harga penawaran pemilik lahan yang terbilang tinggi, penolakan juga disampaikan oleh warga yang berasumsi keberadaan TPS akan menyebabkan lingkungan tercemar. "Banyaklah kendalanya, makanya hingga kini belum bisa dilaksanakan," Zaenal menuturkan.

Zaenal menambahkan pihaknya terus berusaha keras bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat yang baik. Apalagi dengan adanya penghapusan pengelolaan sampah oleh swasta. "Kita berusaha sebaik-baiknya walaupun imbas dari penghapusan swastanisasi kami sekarang kekurangan armada truk, dari 100 yang dibutuhkan cuma ada sekitar 75 yang dioperasikan di Jakarta Selatan," katanya.(beritajakarta.com)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home