Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 12:04 WIB | Jumat, 17 September 2021

Diperdebatkan, Apakah Masker Membuat Anak-anak Dapat Gangguan Kesehatan

Anak-anak mulai sekolah di Indonesia dengan pembelajaran tatap muka (PTM), dan mereka diwajibkan mengenakan masker dan menjaga jarak. (Foto: dok. AP/Dita Alangkara)

SATUHARAPAN.COM-Bisakah anak-anak mendapatkan gangguan kesehatan karena memakai masker untuk melindungi dari COVID?

Pertanyaan ini berkembang di Amerika Serikat, setelah sekolah kembali di buka dan di beberapa negara bagian mengharuskan siswa memakai masker.

Namun, menurut laporan AP, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa masker dapat membahayakan kesehatan anak-anak, meskipun ada klaim tidak berdasar yang menyatakan sebaliknya.

Klaim tersebut beredar di media sosial dan di tempat lain tepat ketika wabah virus melanda banyak sekolah AS yang dibuka kembali, terutama yang tidak memiliki mandat masker.

Di antara argumen yang tidak berdasar menyebutkan: Masker dapat menumbuhkan kuman jika menjadi lembab atau menyebabkan kadar karbon dioksida yang tidak sehat. Tetapi para ahli mengatakan mencuci masker secara rutin membuat masker tetap aman dan bersih.

Beberapa berpendapat bahwa anak-anak kecil kehilangan isyarat visual dan sosial penting yang meningkatkan pembelajaran dan perkembangan ketika teman sekelas dan guru mereka mengenakan masker. Tetapi yang lain mencatat bahwa anak-anak dengan gangguan penglihatan atau pendengaran belajar beradaptasi dan anak-anak lain juga bisa.

“Kami tidak tahu pasti bahwa masker tidak memiliki efek perkembangan tetapi kami tahu bahwa ada efek buruk jika tidak mencoba menghentikan penularan,” kata Dr. Emily Levy, ahli perawatan kritis dan pengendalian infeksi di Mayo Clinic Children’s Center.

Ada bukti kuat menutupi dengan masker anak-anak di sekolah dapat mengurangi penularan COVID-19 ke anak-anak lain dan orang dewasa.

Di 166 sekolah di Maricopa County, Arizona, wabah COVID-19 dua kali lebih umum terjadi pada mereka yang tidak menggunakan masker, kata Dr. Rebecca Sunenshine, direktur medis departemen kesehatan masyarakat di kabupaten itu.

Studi dari distrik sekolah di negara bagian lain termasuk North Carolina juga menemukan bahwa masker dapat sangat mengurangi tingkat penularan COVID-19, terutama bila dikombinasikan dengan jarak fisik dan tindakan pencegahan lainnya.

“Satu hal yang kita ketahui tentang pencegahan, tentang pengendalian infeksi adalah bahwa tidak ada intervensi tunggal yang akan memenangkan hari itu,” kata Dr. Joshua Schaffzin, direktur pencegahan dan pengendalian infeksi di Rumah Sakit Anak Cincinnati.

Namun dia mencatat ada banyak bukti bahwa masker adalah komponen kunci dalam membuat sekolah lebih aman.

Untuk menghindari iritasi kulit, dokter menyarankan untuk mencuci masker secara teratur, memastikan masker terpasang dengan benar dan memilih masker yang terbuat dari kain yang lembut dan nyaman untuk bernapas. (AP)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home