Loading...
INDONESIA
Penulis: Febriana Dyah Hardiyanti 16:31 WIB | Rabu, 23 November 2016

Dipimpin Ahok, Warga Pulomas Bersyukur Tak Kebanjiran Lagi

Dipimpin Ahok, Warga Pulomas Bersyukur Tak Kebanjiran Lagi
Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ketika memberikan keterangan kepada media di Kayuputih, Jakarta Timur, hari Rabu (23/11). (Foto: Febriana D.H)
Dipimpin Ahok, Warga Pulomas Bersyukur Tak Kebanjiran Lagi
Ahok menyapa anak yang menderita hidrosefalus di Kayuputih, Jakarta Timur, hari Rabu (23/11).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Rasa syukur disampaikan warga Kelurahan Kayuputih Jalan Pulomas Barat 6 RW 011, Jakarta Timur. Hal itu terkait kinerja yang telah dilakukan oleh pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat selama memimpin Ibu Kota.

Dampak itu sangat berkesan dan berarti bagi warga Pulomas. Mereka menyampaikan akan terus mendukung pasangan itu hingga kembali memimpin Jakarta karena telah merasakan hasil kerja yang nyata.

"Dulu di Pulomas selalu banjir dan ketinggiannya mencapai 2 meter. Sejak dipimpin Pak Ahok sudah tidak pernah banjir. Saya berharap pemimpi  terus membawa kemajuan," kata Nunung ibu dari Ayu penderita hidrosefalus warga Pulomas, hari Rabu (23/11).

Ahok menanggapi hal itu. "Masyarakat tidak tanya lagi visi misi kita. Mereka sudah tahu kinerja kita dalam meningkatkan kemaslahatan bersama. Pulomas dulu banjir parah sekarang tidak," katanya hari Rabu (23/11) di sela blusukan.

Ahok menjelaskan, ke depan program pengentasan kemiskinan dan peningkatan dalam layanan kesehatan, pendidikan, transportasi, dan ekonomi akan terus dilaksanakan.

"Peningkatan ekonomi sudah dilakukan seperti pemberian bibit ikan kerapu dan pakannya untuk nelayan budidaya di Kepulauan Seribu. Hasil akan dibagi 80-20. Kami juga ambil alih tanah-tanah sengketa dan dimanfaatkan untuk ternak lele dan menanam sayur mayur. KJP dan KJS juga akan terus berjalan, ujar Ahok.

Saat ditanya mengenai pemberian bantuan, Ahok menyatakan tak akan memberikan bantuan langsung tunai guna mencegah adanya kecurangan di tingkat pengelola.

"Bantuan langsung tunai tidak boleh diberikan pada warga, karena Pancasila sila yang kelima bukan berbunyi bantuan sosial bagi seluruhnya, tapi keadilan sosial," katanya.

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home